Monday, 18 September 2017

Pesan Untuk Adik

Dik,
Memaafkan itu tugas manusiawi
Memaafkan itu kendali emosi
Memaafkan itu pilihan hati
Hati jadi bersih
pun tanda kasih
Jangan salah-salah kelola hati
Sedikit pun timbul rasa benci
Lekas kausudahi

Wednesday, 13 September 2017

Perempuan Pencinta Sunyi


Dalam sepi yang sendiri
Kau hidup bersama mimpi-mimpi
Tak perlu berlari
Lelah kau nanti
Bersediakah kau kutemani?
Ah iya hampir lupa, kau lebih suka sunyi
Bukan tak ingin berbagi
Kau memang sedang butuh sepi
Sementara aku masih selalu setia di sini

Wednesday, 6 September 2017

Warta

Related image
Di sudut ruang sana
Lembaran surat warta kubuka
Ah tak sukanya
Selalu ada-ada saja halaman belasungkawa
Yang mati kurasa baik-baik saja
Bahkan tertawa melihat fotonya
Ia tak minta
Kematian datang tiba-tiba
Cinta tak dibawa
Harta begitu saja
Hanya ada pahala dan dosa
Pejamkan mata
Hadiahkan sebanyak-banyaknya doa

Tuesday, 29 August 2017

Seberapa Penting Introspeksi?

Introspeksi diri itu penting,

bahkan sangat pentingnya perlu kita lakukan setiap hari. Bertanya pada diri, berkaca untuk segala kebaikan dan keburukan selama 24 jam yang sudah terlewatkan. Berjalan dengan positif atau terbuang sia-sia begitu saja.

Benar lisan memang yg paling utama untuk dijaga. Karena apa? Terkadang kita segan menyadari kesakithatian orang tercipta karena lisan kita, tetapi kita mudah merasa sakit hatinya karena lisan orang lain. Bukan begitu?

Hitunglah berapa banyak dalam sehari kamu mengeluh, jengkel dan memaki orang lain baik secara langsung maupun tidak langsung, baik secara lisan maupun kamu simpan dalam hati, baik kamu lampiaskan ke orang tsb maupun kamu lampiaskan pula ke orang lainnya lagi.

Begini saja, ingatlah setiap sehabis salat untuk senantiasa merasa diri ini sangat kecil dihadapan Allah, perbanyak berzikir agar tak mudah sakit hatinya, lupakan segala kebaikan kita dan keburukan orang lain untuk menjadi pribadi yang ikhlas agar menjalani hari-hari dengan rasa tenang dan damai, jauhkan pikiran dari prasangka buruk agar kau tak menduga-duga, menerka-nerka dan berburuk sangka.


Monday, 21 August 2017

Merdeka adalah

Masih suasana kemerdekaan kan ya ini?


Btw sebelum mau beropini arti merdeka buat saya, mau sedikit cerita kalau saya gak nemuin banyak lomba-lomba kayak dulu zaman kecil di Agustusan tahun ini. Ada yang tau kenapa?
Bahkan kalau kita perhatiin, resto; outlet dan sebagainya malah yang semangat berlomba-lomba kasih diskon ke konsumennya. Secara masyarakat Indonesia ini dikenal cukup amat sangat konsumtif, iya atau iya?

Udah ya bahas lomba-lombaannya.

Jadi gini, saya setuju banget dengan arti merdeka adalah kebebasan. Tapi sejauh ini sebagai bangsa yang merdeka, kita udah betul-betul merasakan kebebasan yang seperti apa nih? Jelaslah ya seharusnya kebebasan yang ke arah positif. Salah satunya berpendapat. Anak muda sekarang udah aktif banget di sosial media membuat kita sadar bahwa kita dikasih media buat beropini, bukan berarti bebas beropini gitu aja tanpa berpikir akibatnya ke diri sendiri atau orang lain. Nah, balik lagi opini kita membawa dampak positif gak ke orang lain terutama buat diri kita? Jangan-jangan cuma bawa nilai buruk terhadap kita sendiri. Itu satu.

Kedua, merdeka buat saya adalah ketika kita menjalani hidup happy-happy aja. Happy di sini bukan berarti kita hidup gak punya beban atau tekanan sama sekali, tapi gimana kita menetralkan tekanan dan beban yang ada. Gimana caranya? ya kita sendiri yang bisa memerdekakan diri kita, baik dengan membebaskan pikiran untuk gak terlalu ambil pusing, dengan tenaga untuk menyelesaikan beban atau dengan lisan maupun tulisan mengeluarkan tentang unek-unek dari tekanan yang kita terima. Karena apa? ibaratnya banga Indonesia aja merdeka atas perjuangan sendiri, memerdekan diri sendiri pun harus ada strategi yang balik lagi hanya diri kita yang mampu menguasai itu. Jangan biarkan diri kita diperbudak dengan perintah atau omongan orang lain.

Ketiga, merdeka adalah bebas makan apa aja tanpa takut gendut. Eh ini bercanda, deng. HAHA persoalan cewek tentang bobot badan, kulit glowing, outfit branded kayaknya masih akan selalu diperbincangkan oleh kaum perempuan. Buat saya, merdeka itu lebih ke terima saran dan pujian orang lain tanpa kita bertindak aneh-aneh. Masuk kuping kanan, keluar kuping kiri aja sih. Toh kamu makan, beli sesuatu bukan dibayarin mereka yang komentarin personal life kamu kan? mau kita makan di pinggir jalan pun, pasti kita punya alasan sendiri dan hanya kita yang tau kenapa kita mau makan itu dan di situ. Yuk sangat penting merdekain diri sendiri dulu ;)

Wednesday, 26 April 2017

Siapa yang terlihat "bodoh"?

Masih banyak orang nyinyirin muslim yang memilih pemimpin seorang muslim karena agamanya adalah “orang bodoh, tidak berpendidikan dan terbelakang”
Mereka tidak menyadari apa yang kita yakini dan bagaimana cara kita meyakini
Prinsip hidup seorang mukmin di dunia adalah syukur dan sabar
Kalau hasilnya bagus kami bersyukur, kalau pun lebih buruk kami tentu bersabar. Bahkan, jika Gubernur sebelumnya terpilih pun kami akan tetap bersabar
Yang mereka tidak tahu, bukan berarti kami tidak peduli dengan benefit-benefit kehidupan dunia, namun alasan utama kami memilih pemimpin muslim adalah untuk menyelamatkan kehidupan di akhirat kelak
Karena dengan patuh kepada perintah dari Pemimpin dari segala pemimpin yaitu Allah Yang Maha Esa, kami akan selamat dalam kehidupan akhirat.

So, if you really are smart
Why don’t you take akhirah more?

Ps: mendapatkan benefit di dunia memang baik, namun benefit di akhirat lebih utama untuk seorang muslim

Sunday, 12 March 2017

Surat Untuk Keempat Orang Tua


9 Maret 2017

Assalamualaikum wr wb, semoga ini menjadi curhatan terbesar pertama dan terakhir yang ingin Rahma sampaikan.

Hai Mama, apa kabar? Meski raga kita jauh namun di hari spesial ini Mama masih menunjukkan betapa hebatnya batin kita dengan Mama bilang tahu kesedihanku. Ma.. memang kita sangat jauh, cukup jauh sekali, jiwa kita seakan sudah terpisah hampir 17 tahun lamanya. Tapi Rahma yakin, selama itu pula ada doa yang terus Mama panjatkan untuk kebahagiaan Rahma. Rahma ingat sekali, di usia 5 tahunku dulu Mama memberikan kado sebuah baju renang, itu sudah menjadi kebahagiaan bagi seorang anak kecil. Tapi Ma, kini usia Rahma beranjak 23 tahun, Mama sampaikan maaf karena tidak bisa memberikan sebuah kado. Sungguh, Rahma tidak pernah benar-benar mengharapkan benda/barang yang diberikan Mama di tiap usiaku. Melainkan, cinta dan kasihmu yang selalu kautanam, kebaikan hatimu, ketabahanmu serta beribu-ribu doa kurasa cukup menjadi kekuatan anakmu ini dalam menjalani hari-hari. Insya Allah.

Halo Papa, apa kabar? banyak kerjaan ya Pa? Sepertinya Papa lupa bahwa anak Papa yang satu ini menunggu-nunggu kabar dari seorang Ayahnya atau sekadar terima sebuah pesan “selamat ulang tahun anakku” ah, rasanya itu mustahil. Pa, tahun ini Insya Allah akan menjadi tahun-tahun terakhir anak perempuan keduamu ini berada di rumah, menyaksikan kerja keras Papa, mengamati gerak-gerik seorang Papa sebagai kepala rumah tangga, dan mengambil nilai positif yang bisa Rahma petik. Pa.. ingat gak dulu sudah berapa banyak perempuan lain hingga Papa lupa akan tanggung jawab kepada Mama, kewajiban Papa kepada keempat anaknya, sampai akhirnya takdir pula yang menyeret kita dipersatukan tanpa kehadiran Mama. Pa.. masa lalu adalah sebuah pembelajaran bagi kita yang mau belajar. Masa lalu adalah kenangan, yang bahkan tidak bisa lagi kita edit kembali situasinya. Dari sebuah masa lalu tentu kita menemukan ada jiwa yang tersakiti hingga menghadirkan duka, ada begitu ego yang teramat besar hingga mampu menghilangkan rasa cinta, ada nafsu yang teramat tinggi hingga menjadikannya suka. Tak jarang, banyak anak yang menanam benci akan kekecewaan yang dibuat orangtuanya. Karena nurani seorang manusia, ada dendam jika jiwanya tersakiti. Bersyukurnya Rahma tidak ditanamkan akan hal itu. Dendam dan benci hanya akan menjadikan bumerang bagi diri kita sendiri. Papa, semoga hari-harimu menyenangkan tanpa meninggalkan bekal kelak. Selamat kembali sampai rumah. Sehat jasmani dan rohani. Maafkan anakmu yang masih belum banyak memberikan kebanggaan ini.

Hai Bunda, Rahma tidak akan menanyakan kabar tentu Rahma sudah paham betul perasaan Bunda yang hampir tiap hari kini Rahma dengar isi hati Bunda. Terima kasih atas kebaikan Bunda yang berkenan memberikan kado di usia 23 tahun ini. Sudah hampir 12 tahun kita serumah ya, Bun.. 12 tahun pula pernikahan Papa dengan Bunda. Sebuah pernikahan akan selalu diterjang ombak katanya, akan selalu hadir dan terus hadir. Melalui pernikahan, kita mengalahkan ego bukan lagi hanya demi 2 kepala, melainkan kebaikan banyak anak. Allah bilang akan menguji di titik terlemah kita, namun tetap dengan sesuai kadar kemampuan kita. Keyakinan kita akan kemampuan kita (dilandasi keyakinan kepada Allah) dalam menyelesaikan ujian akan sangat membantu kita untuk melalui semua ujian kehidupan. Apakah kita mampu bertahan dan melaluinya dengan cara terbaik, tidak mengeluh dan berkeluh kesah. Karena dengan ujian itu menjadikan kita lebih dekat kepada-Nya, memohon bantuan kepada-Nya karena Allah yang memberikan ujian dan Dia pulalah yang akan membantu kita menyelesaikannya. Rahma pernah membaca bahwa penganalogian kehidupan bisa kita artikan sebagai seorang murid yang mendapatkan ujian dari gurunya. Murid akan lulus jika jawabannya benar dan sesuai dengan apa yang diharapkan oleh gurunya. Dan sebaliknya, jika tidak lulus, gurunya akan memberikan ujian perbaikan remedial agar bisa lulus dan naik kelas. Mata pelajaran yang diujikan sama tapi mungkin soal-soalnya yang sedikit ada perbedaan. Dan tentunya, semakin naik kelas, semakin naik pula tingkat ujian yang kita hadapi. Bahkan, ada pepatah yang menyebutkan “kita akan mendapat hikmah paling banyak di bidang yang paling tidak kita kuasai bila kita memutuskan untuk mempelajarinya”. Semoga dengan ujian yang sedang masing-masing kita hadapi ini tidak melupakan rasa syukur kita ya Bun.. akan nikmat yang masih kita dapat baik nikmat sehat, keluarga, tidur nyenyak, makan, dan lain halnya yang banyak orang di luar sana belum tentu dapat menikmati apa yang sedang kita nikmati. Aamiin YRA..

Khusus untuk seorang ibu, istri, wanita yang diam-diam sedang gemar memberi perhatian dan mencari-cari perhatian Papa saya. Melalui tulisan ini, semoga jadi bahan renungan buat Anda. Ini bukan teguran pertama atau pun kedua dari saya toh? Sebelumnya, saya ucapkan terima kasih atas perhatian yang Anda berikan kepada Papa saya yang (mungkin) tidak ia dapat di dalam keluarga ini. Ada 2 ujian kepada manusia, yaitu 1. Keimanan/ketauhidan; 2. Dunia. Manusia-manusia yang telah bersyahadat berarti sudah lolos ujian pertama, tetapi setelah itu banyak kegagalan terjadi di ujian kedua ini. Allah akan menguji dengan sesuatu yang paling dicintai, sebagaimana para Nabi dan Rasul serta para Ulama. Berhati-hatilah terhadap apa yang kita cintai, karena itu akan menjadi ujian bagi kita, apakah kita lebih mencintai Allah dan Rasulnya dibanding dunia seisinya? Kata orang, urusan begini jangan sampai diumbar, tapi saya rasa ini penting. Awalnya, saya harus berpikir 99x untuk mem-publish hal semacam ini. Karena yang sebenarnya terjadi saat Anda memutuskan untuk berselingkuh akan ada orang-orang yang hanya membaca cerita ini sebagai bentuk mencari sensasi, tapi akan ada pula yang menyadari dan memiliki pemahaman yang sama bahwa selingkuh itu salah. Orang-orang seperti ini akan mengedepankan harga diri mereka, dan menolak akan kesempatan berselingkuh sekali pun atas nama cinta. Kepada para orang tua, anak-anak baik pria maupun wanita mari kita memiliki kesadaran untuk tidak berselingkuh. Bagaimana pun, seorang perempuan yang akan terlihat sangat buruk saat selingkuh.


Wassalamualaikum wr wb