Thursday, 13 August 2015

selamat ulang tahun, ma!

بِسْمِ اللّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ 

Barakallahu fii umrik mamaku tercinta yang daridulu ga pernah berubah, selalu cantik dengan senyum yang menenangkan, peluk kerinduan juga hati yang selalu terasa lapang
Aura baik hatinya yang masih terus terpancar dari raut wajah mama yang kini hampir berusia genap 50 tahun


Ga terasa ya ma.. umur papa sudah setengah abad, dan hari ini mama melangkah ke usia 49 tahun
Semoga Allah senantiasa berikan keberkahan di dalam kehidupan kita, meskipun jarak bukanlah penghalang bagi kita untuk saling mendoakan kebaikan demi kebaikan teruntuk khususnya kedua orangtua kami tersayang, untuk kami anak-anak dari mama dan papa
Terima kasih untuk pengorbananmu ma, perjuangan, kekuatan, kesabaranmu, keikhlasan, cucuran airmata dan keringatmu untuk kehidupan kami sebagai anak-anakmu
Maafkan kami yang belum dapat memberi kebahagiaan dan kebanggaan yang luarbiasa untuk kami persembahkan untukmu

Surga kami ada di bawah telapak kakimu bukan, ma?
Ijinkan kami untuk selalu berkembang, berusaha menjadi anak yang terus berbakti kepadamu dalam keadaan apapun
Ijinkan kami untuk terus belajar menjadi pribadi yang lebih baik lagi
Ridhomu adalah jalan kami menemukan ridho-Nya
Karenamu kami terlahir menjadi anak yang mandiri, berpikir keras dan percaya akan kekuasaan Tuhan
Padamu, cinta dan kasih sayang ini tidak akan pudar ma
Biarlah dunia menjadi tempat persinggahan kami sementara dengan mata dan mulut-mulut mereka yang hanya dapat menilai dari ujian; ketetapan-Nya yang tak pernah dapat mereka bayangkan bahkan rasakan
Semoga Allah kelak persatukan kita dalam satu rumah abadi untuk kembali bersama-sama lagi, di Jannahnya Allah
Inshaa Allah..
Aamiin Allahuma Aamiin


Anak perempuanmu yang merindukan pelukmu :)

Sunday, 19 July 2015

W E J A N G A N


Bagi saya, cinta itu sama persis dengan jarum jam yang terus berputar detik demi detik.

Meskipun kadang kala detik itu berhenti akibat habis baterai, bukan berarti ia rusak. Namun, ada pula yang memang cintanya sudah benar-benar tak mampu lagi perbaiki; diperbarui hingga rasanya asa tuk berjalan seperti jarum jam yang lain saja sudah tidak ada.

Mengapa? Sebab cinta juga butuh istirahat, cinta butuh penyegaran untuk dapat kembali berputar; berjalan agar ia tak kelelahan.

Seharusnya.. iya seharusnya, cinta yang baik menumbuhkan hal-hal yang baik dalam diri penikmatnya. Menghadirkan kebahagiaan, kebebasan yang mengikat bukan menyekik. Allah mencintai hambanya saja tanpa syarat, tanpa paksaan bahkan tanpa embel-embel apapun dalam setiap diri hambanya. Sekalipun ia pendosa, Allah beri kesempatan ia. Itulah bentuk cinta Tuhan kepada hambanya.

Bagaimana dengan kita sesama manusia?

Allah menjanjikan bahwa kita akan bersama dengan seseorang yang kita cintai, bahkan apa yang sudah ditakdirkan untuk kita tak akan mungkin menjadi milik orang lain. Begitu adilnya Allah kepada setiap insan di dunia ini.

Apa? Jodoh? Bukan, bukan. Saya bukan lagi berbicara tentang jodoh.

Tapi takdir Allah. Katanya..
Mereka yang udah-udah ketemu tulang rusuknya masing-masing itu berkata, jodoh itu unik.

Kenapa unik?

Yang dikejar seringkali menjauh
Yang tak sengaja bertemu, malah mendekat.

“Ketika Zulaikha mengejar cinta Yusuf, makin jauh Yusuf darinya. Ketika Zulaikha mengejar cinta Allah, Allah datangkan Yusuf untuknya” Subhanallahnya ya..

Lalu, yang seakan sudah pasti bahkan menjadi ragu
Yang awalnya diragukan, menjadi pasti.

Yang selalu diimpikan, tak berujung pernikahan
Yang tak pernah dipikirkan, bersanding di pelaminan.

“Kita akan duduk bersebelahan atau kamu datang bersalaman?” :P
Nah, maka jodoh itu ga bisa ditebak.
Bukan lagi masalah seberapa lama saya mengenalnya, kamu mengenalnya.
Tapi, seberapa yakin kamu pada-Nya.

“Jika harus dekat, dekatlah karena Allah. Meski harus sendiri, sendirilah karena Allah”

Cinta terbaik adalah ketika kamu mencintai seseorang yang membuat imanmu mendewasa, taqwamu bertumbuh, cintamu pada-Nya juga bertumbuh.
Cinta terbaik adalah saat kamu mencintai seseorang yang akhlakmu semakin indah, jiwamu semakin damai, hatimu semakin bijak. Ia penegur disaat taatmu luntur, penasehat disaat kamu mendekati maksiat, pelipur disaat semangatmu lebur. Bukan sebaliknya.

“Carilah lelaki yang bisa mengubah hidupmu menjadi shalihah, bukan hanya mampu mengubah statusmu menjadi menikah”

Seberapa ikhlas saat kamu gagal mendapatkannya, lalu digantikan dengan yang lebih baik menurut versi-Nya.

“Jawaban dari permasalahan hidup adalah doa. Orang yang paling tenang adalah orang yang percaya bahwa tidak ada satupun yang terjadi tanpa seijin Allah”

Saya mengutip kalimat dari seorang penulis, Tere Liye: “Jika dua orang memang benar-benar saling suka, saling cinta bukan berarti mereka harus bersama saat ini juga. Tunggulah di waktu yang tepat, saat semua memang sudah siap, maka kebersamaan itu bisa jadi hadiah hebat untuk orang-orang yang bersabar. Sementara menanti, sibukkanlah diri untuk terus menjadi lebih baik. Waktu dan jarak akan menyingkap rahasia besarnya, apakah rasa itu semakin besar atau semakin memudar.”

Pernah mendengar opini beberapa orang terkait menikahi orang yang kamu cinta hanya kemungkinan, yang bisa YA, bisa TIDAK?

Apa iya? Kemungkinan paling besarnya, kamu akan kecewa jika berlebihan dalam mencintai namun gagal menikahinya.
Sedangkan mencintai seseorang yang kamu nikahi kelak adalah suatu kewajiban. Jika berat/sulit bagimu, maka cintailah ia sebagai bentuk perwujudan cintamu pada Allah :)

Cinta itu butuh kepastian dan kejelasan.
Wanita itu sangat suka laki-laki yang sangat memperjuangkannya. Laki-laki yang berjuang untuknya, bukan demi sebatas status melainkan demi menjadi kekasih halalnya.
Tidak ada penghormatan terbaik bagi wanita sebaik dinikahi.

Kini, tentang keyakinan dan tawakal kepada Rabb-mu.

اِنَّ اْلقُلُوْبَ بَيْنَ اُصْبُعَيْنِ مِنْ اَصَابِعِ اللهِ يُقَلّبُهَا كَيْفَ شَاءَ نَعَمْ
sesungguhnya hati itu diantara dua jari-jari Allah. Dia membolak-balikkannya sesuai yang dikehendaki-Nya

يَا مُقَلّبَ اْلقُلُوْبِ ثَبّتْ قَلْبِى عَلى دِيْنِكَ
Yaa muqollibal quluubi tsabbit qolbii ‘alaa diinik (Ya Allah yang membolak-balikkan hati, teguhkanlah hatiku atas agama-Mu)

“Ada beberapa orang yang mendengarkanmu bicara ribuan kata namun tetap tidak memahamimu. Dan ada lainnya yang akan memahamimu tanpa perlu kamu berucap sepatah kata” sebab itu, pasanganmu kelak adalah cerminan dirimu, bagaimana kamu memahami cara menyikapinya dan juga ia memahami cara menyikapi kelebihan maupun kekurangan-kekuranganmu.

7 lovely logic:
1.       Make peace with your Past, so it doesn’t spoil your Future.
2.       What other think of you is None of Your Business.
3.       Time heals almost Everything. Give the time, some time.
4.       No one is the Reason of your happiness except youself.
5.       Don’t compare your Life with others, you have no idea with their journey is all about.
6.       Stop thinking too much, it’s alright not to know all the Answers.
7.       Smile! You don’t own all the problem in the World.

YA ALLAH, GIVE ME EYES THAT SEE THE BEST IN PEOPLE, A HEART THAT FORGIVES THE WORST, A MIND THAT FORGETS THE BAD, AND A SOUL THAT NEVER LOSES FAITH.

AAMIIN

Thursday, 4 June 2015

True..love

Cinta sejati adalah cinta yang mampu membuatmu bertahan
bertahan dari pengharapan, bertahan dari kegelisahan, bertahan dari kekurangan dan ketidaksempurnaan
bertahan dari ego yang tinggi, juga bertahan dari rasa sakit

(mungkin) ada saat-saat di dalam hidup di mana cinta itu akan menyusut
cintamu akan berubah
cintamu akan bosan, dan mencari hal-hal baru
bahkan, ada saat-saat di mana kamu ingin menyerah

tetapi, cintamu haruslah bertahan
cintamu haruslah kuat
cintamu harus lebih besar dari egomu
harus lebih luas dari pikiran-pikiran sempit itu
harus lebih menang dari keinginan-keinginan pribadimu

Monday, 18 May 2015

Wanita Part 1

Untaian kalimat indah tentang wanita --karya Syaikh A'idh Al-Qarni

Wanita itu seperti Kopi; jika kau abaikan, ia menjadi dingin, sampai dalam cita rasanya.
Saat wanita diam di depan orang yang ia cintai, muncul lah banyak kata dalam bentuk air mata.
Wanita itu mulanya takut mendekatimu, namun pada akhirnya ia menangis saat kamu menjauh darinya. Sedikit sekali yang memahaminya.
Wanita itu tak menginginkan kemustahilan darimu, ia hanya ingin agar kau seperti lelaki yang kau bayangkan tentang saudari kandungnya.
Wanita itu tipu daya besar atau cinta yang agung, dan engkaulah yang menemukannya, wahai lelaki. Jika kau membuat makar atasnya, dia pun membuat makar kepadamu.
Tapi jika kau mencintainya,  ia pun kasmaran terhadapmu.
Sesuai dengan tingkat cintamu pada wanita, seperti itulah ia cemburu. Karenanya, apa saja yang membuat wanita menjadi gila karena cemburu, itu juga yang membuatnya gila karena cinta.
Wanita itu mengobati, padahal ia sedang demam. Membantu, padahal ia sedang susah. Begadang, padahal ia sedang lelah.
Wanita itu selalu ingin diperlakukan seperti bocah kecil betapapun ia menua.
Jangan berani mengetuk pintu hati wanita jika kau tak membawa berkoper-koper perhatian.
Saat wanita cemburu, buatlah lukisan ciuman pada kedua tangannya, biarkan ia merasakan bahwa ia merupakan kenikmatan Allah SWT yang sangat besar bagimu.

Dikutip dari buku Arasy Cinta

Friday, 23 January 2015

Serdadu Rindu

Ketika serdadu rindu melawan waktu
Sisa-sisa makna kali itu hanya menjadi kisah yang ditumpuk menjadi kenangan
Ketika waktu pun enggan menentukan dan memberi tahu
Biar kejutan kecil Tuhan yang menjadikannya nyata
Bila tak saling jumpa tak apa, aku masih bisa menyentuh sukmamu
Begitu sama nasibnya ketika serdadu rindu membelenggu aku dan kamu
Tuhan hanya bisa tersenyum
"Aku menguji mereka untuk saling percaya dan berdoa"
Bila mereka tak lupa dibalik kasih serta cinta yang menjadikannya rindu, "ada Aku yang harus mereka cintai lebih dulu."

Tuesday, 23 December 2014

RESENSI FILM


Judul                  : Pendekar Tongkat Emas
Sutradara            : Ifa Isfansyah
Produser             : Mira Lesmana, Riri Riza
Penulis Naskah    : Jujur Prananto
Pemain         : Christine Hakim, Nicholas Saputra, Reza Rahadian, Eva Celia, Tara Basro, Aria Kusumah, Landung Simatupang, Whani Darmawan, Slamet Rahardjo, Darius Sinathrya, Prisia Nasution
Genre                 : Aksi (action)

 
Lima hari setelah premiere Pendekar Tongkat Emas, saya pun menyaksikan film yang akhirnya ga melulu bahas percintaan ataupun bergenre horor sama sekali meskipun back sound dari film ini benar-benar buat saya tegang apalagi ditiap adegan petarungan. Awalnya, memang saya tidak begitu tertarik dengan film yang terdengar dari judulnya agak jadul gimana gitu ya, tapi jujur kali ini saya akan membahas butir-butir kelebihan pada film ini.

Film dibuka dengan narasi suara teduh khas Christine Hakim yang langsung membuat hati merenung karena kedalaman filosofinya. Setelah itu, mata akan dimanjakan oleh alam Sumba Timur yang sungguh luar biasa indah.  Pendekar Tongkat Emas ini berkisah tentang Cempaka, Sang Pendekar Sakti pewaris terakhir ilmu jurus Tongkat Emas Melingkar Bumi yang berencana menurunkan ilmunya kepada salah satu muridnya. Namun, sebelum ia berhasil menurunkan ilmunya, Cempaka tewas terbunuh. Lalu, apa konflik setelahnya? Nonton sendiri ya filmnya.. saya tidak mau spoiler :D

Menurut saya, semua pemain menyatu dalam film ini. Banyaknya pemain papan atas semakin membuat film ini memberi kesan yang begitu “wah”. Semua tidak saling menonjolkan diri tapi terasa pas dalam satu film.

Baru kali ini mata saya dimanjakan sepanjang film berlangsung. Selain lokasi film yang cantik nan indah, tata suara yang tepat tiap momennya hingga quote-quote inspiratif menghiasi film ini. Ga heran sih, ada Seno Gumira Atmaja masuk sebagai salah satu penulis skripnya. Salah satu kutipan yang saya ingat “Sanggupkah menahan diri untuk tidak menang karena sesungguhnya tidak ada kemenangan dalam ilmu apapun ketika kemenangan selalu menjatuhkan korban.”


Ada banyak hal yang dapat saya petik dari film berdurasi 112 menit ini. Ada nilai kesetiaan memegang janji dan menepati konsekuensi apabila melanggarnya. Ada nilai kerja keras dan semangat tak menyerah yang harus terus dikobarkan demi mencapai cita-cita. Dan juga, film ini mengajarkan betapa kepentingan orang banyak harus didahulukan di atas kepentingan diri sendiri. Sungguh, saya menyukai film ini. Sudah semakin jarang film bagus yang mengusung nilai-nilai edukasi bagi yang menontonnya. Ada scene romantisnya memang, namun ga konsen ke arahsana melainkan konsisten mengeksplore tetap pada sisi action-nya.

Oh iya, saya harus mengapresiasi akting Tara Basro yang totalitas banget pada aktingnya. Sangat menjiwai! Saya terbawa suasana dan sampe sebel liat dia yang terkesan licik. Tapi saya sadar, akting yang baik itu yang membuat penonton melibatkan emosinya, bukan?

Harapan saya, semoga semakin banyak PH yang terinspirasi untuk terus meramaikan industri kreatif dalam bidang perfilman dengan karya yang mengutamakan kualitas bukan hanya segi kuantitas. Semoga film ini punya efek yang sama dengan laskar pelangi seperti di belitung dulu, ya ;)