Tuesday, 22 June 2021

Taat kepada Pemimpin, Wajib Gak Sih?

Di dalam keluarga ada pemimpin, di dalam diri kita masing-masing pun ada pemimpin.
“Setiap kalian adalah pemimpin, dan setiap pemimpin akan dimintai pertanggungjawaban atas yang dipimpinnya.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim).

Ta’at kepada pemimpin adalah suatu kewajiban sebagaimana disebutkan dalam Al Kitab dan As Sunnah. Di antaranya Allah Ta’ala berfirman,

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا أَطِيعُوا اللَّهَ وَأَطِيعُوا الرَّسُولَ وَأُولِي الْأَمْرِ مِنْكُمْ

Hai orang-orang yang beriman, ta’atilah Allah dan ta’atilah Rasul (Nya), dan ulil amri di antara kamu.” (QS. An Nisa’ [4] : 59)

Dalam ayat ini Allah menjadikan ketaatan kepada pemimpin pada urutan ketiga setelah ketaatan pada Allah dan Rasul-Nya. Namun, untuk pemimpin di sini tidaklah datang dengan lafazh ‘ta’atilah’ karena ketaatan kepada pemimpin merupakan ikutan (taabi’) dari ketaatan kepada Allah dan Rasul-Nya shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Udah bukan waktunya lagi nanya covid itu beneran ada atau enggak. Udah bukan waktunya lagi nyalah-nyalahin pihak lain atas apa yg terjadi.

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman: 
وَمَا أَصَابَكُم مِّن مُّصِيبَةٍ فَبِمَا كَسَبَتْ أَيْدِيكُمْ وَيَعْفُو عَن كَثِيرٍ 
“Dan musibah apa saja yang menimpamu, maka adalah disebabkan oleh perbuatan tanganmu sendiri, dan Allah memaafkan sebagian besar (dari kesalahan-kesalahan).” [Asy-Syuraa: 30]

Allah Azza wa Jalla juga berfirman: 
وَكَذَٰلِكَ نُوَلِّي بَعْضَ الظَّالِمِينَ بَعْضًا بِمَا كَانُوا يَكْسِبُونَ 
“Dan demikianlah Kami jadikan sebagian orang-orang yang zhalim itu menjadi teman bagi sebagian yang lain disebabkan apa yang mereka usahakan.” [Al-An’aam: 129]

Apabila rakyat ingin selamat dari kezhaliman pemimpin mereka, hendaknya mereka meninggalkan kezhaliman itu juga.” [5]

Syaikh al-Albani rahimahullah berkata: “Penjelasan di atas sebagai jalan selamat dari kezhaliman para penguasa yang ‘warna kulit mereka sama dengan kulit kita, berbicara sama dengan lisan kita’ karena itu agar umat Islam selamat:
1. Hendaklah kaum Muslimin bertaubat kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala.
2. Hendaklah mereka memperbaiki ‘aqidah mereka.
3. Hendaklah mereka mendidik diri dan keluarganya di atas Islam yang benar.

Yuk mulai dari rumah, seorang suami/ayah yg ingin ditaati istri/anaknya wajib baginya lebih dulu memimpin dirinya untuk tunduk dan patuh terhadap Allah juga Rasul.
Seorang ibu yg ingin ditaati oleh anaknya pun lebih dulu patuh dan taat kepada Allah, Rasul dan suaminya sbg pemimpin di dalam rumah.
Sebagai warga negara yg beriman, yuk didik diri buat menaati perintah Allah untuk patuh terhadap peraturan dan kebijakan yg ada selagi gak melawan syariat Islam.

Setiap muslim yg percaya adanya hari pembalasan (Yamud Din) pastinya akan yakin kalau nantinya setiap yg kita kerjakan akan dipertanggungjawabkan.
Sebelum pemimpin kita ditanya apa aja ikhtiar mereka untuk menjaga sehat dan kesejahteraan rakyatnya, diri kita lebih dulu tentunya yg ditanya sama Allah udah berbuat apa aja sbg bentuk ikhtiar kita merawat dan menjaga tubuh yg Allah titipkan ini?
Setiap solat dalam Al Fatihah kita selalu berdoa "bimbing ke jalan yg lurus", kalau masih belok-belok mungkin masih ada dosa-dosa yg belum kita taubati.

Wednesday, 24 February 2021

Surat Terbuka 3.1

Assalamualaikum Papah dan Bunda, apa kabar?
Semoga Allah masih terus titipkan nikmat sehat untuk Papah dan Bunda.
Pah.. Bunda..
Sebelumnya Rahma minta maaf lagi dan lagi hanya melalui tulisan Rahma bisa menyampaikan apa yg menjadi isi hati seorang anak untuk orangtua, karena betul-betul sampai hari ini Rahma belum mampu untuk mengungkapkannya secara lisan.
Semenjak menjadi orangtua.. Rahma semakin paham bahwa Allah hadirkan kita semua di dunia untuk beribadah kepada Allah.

Manusia menurut fitrahnya telah beragama, mengakui dan bersaksi bahwa Allah adalah tuhannya. Maka kalau ada orang yang tidak beragama tauhid, sesungguhnya itu tidak wajar. Biasanya hal ini disebabkan oleh adanya pengaruh lingkungan sekitarnya.
Sebagaimana sabda Rasulullah saw: Setiap anak terlahir dalam keadaan fitrah. Orangtuanya yang akan membuat dia yahudi, nasrani, dan majusi (H.R. Muslim).

Fitrah itu ibarat benih yang Allah titipkan kepada Papah dan Bunda untuk dirawat dan ditumbuhkan sesuai kadar-kadar fitrah itu agar kelak menjadi pohon yang baik, yang akarnya menghunjam ke tanah dan batangnya menjulang ke langit, daunnya rimbung menaungi dan buahnya lebat memberikan manfaat bagi semesta.

Maka peran fitrah Papah dan Bunda dalam mendidik, sangat mirip dengan peran seorang petani atau pekebun, yang tidak boleh berlebihan obsesif dan tidak boleh lalai pesimis. Maka setiap fitrah dan juga tiap tahap perkembangan fitrah harus dipahami baik-baik indikatornya agar tanaman yang kita pelihara akan tumbuh menjadi pohon yang baik atau Syajarotutthoyibah.
Maka kelak menjadi Sejarah yang baik bagi keluarga besar serta anak dan keturunannya.

Setiap anak lahir dgn fitrah kepemimpinan. Tidak ada yg lahir kecuali Allah telah menyertakan fitrah itu padanya.

"Setiap kalian adalah pemimpin, dan setiap pemimpin akan dimintai pertanggungjawaban."
Setiap tindakan atau perbuatan manusia dalam Islam selalu bersumber dari dalam jiwanya. Manusia bukan makhluk kosong tanpa jiwa atau makhluk seperti hewan yang bisa dilatih sesuai mau pelatihnya.

Hadits Arbain yang pertama dari Imam Nawawi rahimahullah menggambarkan bahwa amal itu dipicu oleh intrinsic motivation, atau motif dari dalam jiwa manusia, yang disebut dengan Niyaah. Niyaah ini tentu bersesuaian dengan Fitrah.
Ibarat pohon, Akhlaq adalah buah, yang harus tumbuh dari Benih yang baik.

Karenanya Abdul Qadir Jailani rahimahullah, mengatakan bahwa di dalam jiwa ada benih yang apabila dirawat, ditumbuhkan maka ia akan menjadi pohon yang baik, sebagaimana diumpamakan di dalam alQuran dengan SyajarotuThoyyibah, yang akarnya menghunjam ke bumi, batangnya menjulang ke langit, buahnya memberi manfaat pada setiap musim. Benih yang baik, bagi pohon yang baik, sehingga berbuah baik, itulah fitrah.

Hidup adalah pilihan, namun bukan pilihan yang merdeka semaunya, namun pilihan yang mempriotaskan suatu kebaikan yang mutlak, sebagai kebahagiaan hakiki dan agar jangan menyesal kelak. Bila mengandalkan aqal maka suatu saat anda akan ragu dan skeptis tanpa kepastian.

Apabila belum sanggup karena situasi dan kondisi maka berusahalah dan berikhtiyarlah sehingga tak berkepanjangan dan merobohkan semua hak fitrah lalu menjadi penyesalan.

Sesungguhnya Robbmu menghendaki kebaikan bagimu, diberikanNya fitrah dalam dirimu dan anak-anakmu agar engkau memenuhi haknya sehingga kau bahagia.
Just follow the fitrah. Ikuti saja fitrah itu.

[ Dan sesungguhnya keburukan itu akibat perbuatan tanganmu sendiri. ]

Tulisan di bawah ini Rahma mengutip dari kajian2 Ustad Harry Santosa:

• Banyak pasangan yang sejak awal menikah memulai dari nol bahkan minus, saling menolong, berkorban dan berjibaku. Lalu kemudian apa yang bisa menjelaskan, ketika akhirnya status ekonomi atau status sosial membaik bahkan berlimpah, atau sebaliknya tak pernah tercapai-capai, kemudian pasangan itu merasa hampa dan semua usaha dan pengorbanan bertahun-tahun itu seolah sia-sia dan akhirnya berpisah. Mengapa?

Lalu kita segera menuduh, bahwa pasangan itu kurang bersyukur pada Allah atau tidak bisa shabar bertahan pada godaan dunia dsbnya. Itu benar, namun tidak tepat, karena akar sesungguhnya adalah salah memahami makna syukur atau makna shabar.

Syukur bukanlah menerima apa yang ada (take it for granted) dan Shabar bukanlah bertahan dengan apa yang ada, namun menggali maksud Allah dibalik semua peristiwa, kesenangan maupun kesulitan, kelimpahan maupun kesempitan.

Ketahuilah bahwa banyak pasangan yang tidak segera menemukan misi keluarganya, tak menyadari pentingnya petajalan pernikahan menuju Allah, gagal mengkristalkan perjuangan bersama untuk menolong ummat atau agama Allah yang membuat cinta mereka makin merekah indah dan muthmainnah, lalu menjadi cinta ilahi yang abadi.

Inilah makna syukur sesungguhnya, menggali maksud Allah dibalik semua karunia baik sukses maupun gagal, yaitu menemukan kebermaknaan dan misi pernikahan.

Di sisi lain, banyak pasangan juga tak tahu bagaimana merencanakan kebahagiaan dalam hakekat kebahagiaan hakiki selaras fitrah dan sesuai maksud kebahagiaan (sa'adah) dalam Kitabullah, sehingga kemudian salah makna dan salah fokus, lalu hanya melulu fokus dan obsesi perbaikan ekonomi dan sosial. Maka kita saksikan, ketika sukses materi dan jabatan, atau gagal sukses materi dan jabatan, maka sama saja, pusaran hampa.

Inilah sesungguhnya hakekat Shabar, yaitu aktif merencanakan dan berjuang (mujahadah) mencapai keseimbangan hidup dan kebahagiaan hakiki selaras fitrah, bukan shabar dalam mengejar kesenangan atau menahan godaan.

Tanpa kejelasan misi pernikahan yang membuat cinta makin merekah indah, dan tanpa kemampuan merancang keseimbangan dan kebahagiaan hakiki, maka sesungguhnya fondasi pernikahan rapuh dan goyah mudah pecah, tinggal menunggu siapa yang lebih dulu berselingkuh atau siapa dulu yang khianat, yang menjadi penyebab robohnya bangunan dan perpisahan atau bisa saja terus bertahan sampai tua padahal sebenarnya jiwanya sudah berpisah sejak lama.

• Semoga kini kau paham, mengapa para suami atau istri yang selalu merasa benar karena egonya, dan selalu menyalahkan orang lain itu maka selamanya tak akan pernah bahagia sampai ia mau bertaubat, kembali kepada fitrahnya. Jika tidak maka ia akan terus berkutat dengan kebodohannya bahkan ignorant (bodoh namun tak tahu dirinya bodoh) walaupun berkali kali ganti pasangan. Itulah mengapa ia akan selalu menderita, karena alih alih sadar dan berusaha kembali kepada fitrahnya, tetapi ia sibuk menyalahkan orang lain bukan menyalahkan dirinya, motifnya adalah egocentric, dirinya pusat semesta.

Pengasuhannya atau pengalaman hidupnya, membawanya menjadi pribadi yang tak selaras fitrah, yaitu selalu mengalami pembelaan dan pembenaran, atau sebaliknya selalu mengalami pelecehan dan penyalahan. Kesalahan terbesar manusia adalah selalu melihat kesalahan pada orang lain, bukan pada dirinya, begitu pesan seorang Bijak.

Jadi, apabila begitu seterusnya, bahkan sampai berceraipun, ia tetap menyalahkan orang lain bukan menyalahkan dirinya. Ketika diminta untuk menjalani peran sesuai fitrahnya, dia menyalahkan pasangannya atau siapapun karena dianggap tak pernah memahami keunikannya atau passionnya atau karakternya atau label label yang melekat dalam dirinya padahal  itu hanya topeng yang melawan fitrahnya.

Namun, bagi ayahbunda yang hari ini mengalami krisis pernikahan atau menginginkan pernikahannya meningkat derajatnya di dunia dan di akhirat, namun mereka tetap sibuk untuk kembali menyadari kekeliruannya dan berani berusaha kembali kepada peran fitrahnya, semoga Allah berikan keberkahan dan kemudahan untuk kembali berbahagia.

Ketahuilah dan camkanlah bahwa ketenangan dan kebahagiaan itu berbanding lurus dengan seberapa kita kembali kepada Allah, Kitabullah dan fitrah kita termasuk fitrah keayahbundaan dan misi hidup selaras fitrah kita. Sambutlah peran atas fitrah itu, bertaqwalah (fokus) maka Allah akan curahkan hikmah dan berkah dari segala penjuru. 

Semoga melalui beberapa hal yg Rahma sampaikan ini.. bisa sedikit membuka hati dan mata Papah Bunda untuk menyimpulkan dan menemukan solusi yg tepat utk hubungan rumah tangga Papah juga Bunda ke depannya.
Kami sbg anak tidak memihak kepada siapa pun, karena sejak awal kami tidak pernah dilibatkan ataupun diberi ruang sebagai personal. Jujur kami sudah cukup lelah.. kami hanya menginginkan adanya kehangatan dan kedamaian jiwa yg tercurah pada sosok Papah serta Bunda. Anak-anak Papah berhak mendapat ketentraman dalam rumah. Papah dan Bunda pun berhak mengisi hari tua dgn lebih banyak kebaikan, keberkahan, amal soleh tanpa menzolimi satu sama lain.

Wassalamualaikum wr wb

Thursday, 12 September 2019

Catatan Anak Tiri

14 Tahun yg lalu..
Sosoknya pernah berjanji bahwa ia akan bersedia menemani dan mengurus kami layaknya anak kandung.
Kenyataannya, kami semua mental (re: terlempar keluar) akan aturan-aturan dan sikap keras hatinya.
Sosoknya mengajarkan kami bahwa sebaik-baiknya ibu tiri tetaplah ibu yg kurang nurani.
Tidak ada anak yg sempurna, begitu pun dgn orangtuanya.
Ketika seseorang memiliki luka pengasuhan/ masa lalu yg belum tersadarkan dan disembuhkan, maka ia akan terus menyakiti lingkungan sekitar.
Dampaknya?
Keegoisan🙂
Kami hidup untuk Allah, datang dari Allah, dan akan kembali pada Allah.
Kami pun belajar kehidupan dari pengalaman diri sendiri, juga pengalaman orang lain, termasuk perilaku orang lain terhadap kami.
Sangat baiknya Allah tetap membimbing kami ke jalan yg dapat membangun keluarga dgn baik, meski panutan kami (re: orangtua) berantakan.
Tidak sedikit, anak-anak yg memiliki hubungan tidak harmonis; masa lalu yg tidak sehat, masih berkeinginan dan mampu berkeluarga.
Di luar sana, banyak yg seperti kami berakhir sbg pecandu narkoba, trauma bersosialisasi hingga bunuh diri.
Kami tumbuh dgn kesadaran sendiri utk menjadi pribadi yg lebih baik lagi,
meski di matanya kami bukan anak-anak yg dididik dgn baik.
Allah yg menyuruh kami untuk selalu berharap kepada-Nya, dan jangan berharap kepada manusia karena pasti akan kecewa.
Untuk itu, doa kami yg tiada putus adalah diberikan kesehatan batin, kelapangan hati untuk senantiasa mensyukuri seluruh nikmat hidup dari-Nya.
Biarkan manusia menilai, bukankah Allah yg Maha Mengetahui apa yg ada di dalam dada kami (manusia)? Al Ankaboot: 10

Salam
Kami yg terluka oleh ibu tiri

Tulisan ini saya dedikasikan untuk Adik yg baru saja genap 19 tahun.

Monday, 18 September 2017

Pesan Untuk Adik

Dik,
Memaafkan itu tugas manusiawi
Memaafkan itu kendali emosi
Memaafkan itu pilihan hati
Hati jadi bersih
pun tanda kasih
Jangan salah-salah kelola hati
Sedikit pun timbul rasa benci
Lekas kausudahi

Wednesday, 13 September 2017

Perempuan Pencinta Sunyi


Dalam sepi yang sendiri
Kau hidup bersama mimpi-mimpi
Tak perlu berlari
Lelah kau nanti
Bersediakah kau kutemani?
Ah iya hampir lupa, kau lebih suka sunyi
Bukan tak ingin berbagi
Kau memang sedang butuh sepi
Sementara aku masih selalu setia di sini

Wednesday, 6 September 2017

Warta

Related image
Di sudut ruang sana
Lembaran surat warta kubuka
Ah tak sukanya
Selalu ada-ada saja halaman belasungkawa
Yang mati kurasa baik-baik saja
Bahkan tertawa melihat fotonya
Ia tak minta
Kematian datang tiba-tiba
Cinta tak dibawa
Harta begitu saja
Hanya ada pahala dan dosa
Pejamkan mata
Hadiahkan sebanyak-banyaknya doa

Tuesday, 29 August 2017

Seberapa Penting Introspeksi?

Introspeksi diri itu penting,

bahkan sangat pentingnya perlu kita lakukan setiap hari. Bertanya pada diri, berkaca untuk segala kebaikan dan keburukan selama 24 jam yang sudah terlewatkan. Berjalan dengan positif atau terbuang sia-sia begitu saja.

Benar lisan memang yg paling utama untuk dijaga. Karena apa? Terkadang kita segan menyadari kesakithatian orang tercipta karena lisan kita, tetapi kita mudah merasa sakit hatinya karena lisan orang lain. Bukan begitu?

Hitunglah berapa banyak dalam sehari kamu mengeluh, jengkel dan memaki orang lain baik secara langsung maupun tidak langsung, baik secara lisan maupun kamu simpan dalam hati, baik kamu lampiaskan ke orang tsb maupun kamu lampiaskan pula ke orang lainnya lagi.

Begini saja, ingatlah setiap sehabis salat untuk senantiasa merasa diri ini sangat kecil dihadapan Allah, perbanyak berzikir agar tak mudah sakit hatinya, lupakan segala kebaikan kita dan keburukan orang lain untuk menjadi pribadi yang ikhlas agar menjalani hari-hari dengan rasa tenang dan damai, jauhkan pikiran dari prasangka buruk agar kau tak menduga-duga, menerka-nerka dan berburuk sangka.


Monday, 21 August 2017

Merdeka adalah

Masih suasana kemerdekaan kan ya ini?


Btw sebelum mau beropini arti merdeka buat saya, mau sedikit cerita kalau saya gak nemuin banyak lomba-lomba kayak dulu zaman kecil di Agustusan tahun ini. Ada yang tau kenapa?
Bahkan kalau kita perhatiin, resto; outlet dan sebagainya malah yang semangat berlomba-lomba kasih diskon ke konsumennya. Secara masyarakat Indonesia ini dikenal cukup amat sangat konsumtif, iya atau iya?

Udah ya bahas lomba-lombaannya.

Jadi gini, saya setuju banget dengan arti merdeka adalah kebebasan. Tapi sejauh ini sebagai bangsa yang merdeka, kita udah betul-betul merasakan kebebasan yang seperti apa nih? Jelaslah ya seharusnya kebebasan yang ke arah positif. Salah satunya berpendapat. Anak muda sekarang udah aktif banget di sosial media membuat kita sadar bahwa kita dikasih media buat beropini, bukan berarti bebas beropini gitu aja tanpa berpikir akibatnya ke diri sendiri atau orang lain. Nah, balik lagi opini kita membawa dampak positif gak ke orang lain terutama buat diri kita? Jangan-jangan cuma bawa nilai buruk terhadap kita sendiri. Itu satu.

Kedua, merdeka buat saya adalah ketika kita menjalani hidup happy-happy aja. Happy di sini bukan berarti kita hidup gak punya beban atau tekanan sama sekali, tapi gimana kita menetralkan tekanan dan beban yang ada. Gimana caranya? ya kita sendiri yang bisa memerdekakan diri kita, baik dengan membebaskan pikiran untuk gak terlalu ambil pusing, dengan tenaga untuk menyelesaikan beban atau dengan lisan maupun tulisan mengeluarkan tentang unek-unek dari tekanan yang kita terima. Karena apa? ibaratnya banga Indonesia aja merdeka atas perjuangan sendiri, memerdekan diri sendiri pun harus ada strategi yang balik lagi hanya diri kita yang mampu menguasai itu. Jangan biarkan diri kita diperbudak dengan perintah atau omongan orang lain.

Ketiga, merdeka adalah bebas makan apa aja tanpa takut gendut. Eh ini bercanda, deng. HAHA persoalan cewek tentang bobot badan, kulit glowing, outfit branded kayaknya masih akan selalu diperbincangkan oleh kaum perempuan. Buat saya, merdeka itu lebih ke terima saran dan pujian orang lain tanpa kita bertindak aneh-aneh. Masuk kuping kanan, keluar kuping kiri aja sih. Toh kamu makan, beli sesuatu bukan dibayarin mereka yang komentarin personal life kamu kan? mau kita makan di pinggir jalan pun, pasti kita punya alasan sendiri dan hanya kita yang tau kenapa kita mau makan itu dan di situ. Yuk sangat penting merdekain diri sendiri dulu ;)

Wednesday, 26 April 2017

Siapa yang terlihat "bodoh"?

Masih banyak orang nyinyirin muslim yang memilih pemimpin seorang muslim karena agamanya adalah “orang bodoh, tidak berpendidikan dan terbelakang”
Mereka tidak menyadari apa yang kita yakini dan bagaimana cara kita meyakini
Prinsip hidup seorang mukmin di dunia adalah syukur dan sabar
Kalau hasilnya bagus kami bersyukur, kalau pun lebih buruk kami tentu bersabar. Bahkan, jika Gubernur sebelumnya terpilih pun kami akan tetap bersabar
Yang mereka tidak tahu, bukan berarti kami tidak peduli dengan benefit-benefit kehidupan dunia, namun alasan utama kami memilih pemimpin muslim adalah untuk menyelamatkan kehidupan di akhirat kelak
Karena dengan patuh kepada perintah dari Pemimpin dari segala pemimpin yaitu Allah Yang Maha Esa, kami akan selamat dalam kehidupan akhirat.

So, if you really are smart
Why don’t you take akhirah more?

Ps: mendapatkan benefit di dunia memang baik, namun benefit di akhirat lebih utama untuk seorang muslim

Sunday, 12 March 2017

Surat Untuk Keempat Orang Tua


9 Maret 2017

Assalamualaikum wr wb, semoga ini menjadi curhatan terbesar pertama dan terakhir yang ingin Rahma sampaikan.

Hai Mama, apa kabar? Meski raga kita jauh namun di hari spesial ini Mama masih menunjukkan betapa hebatnya batin kita dengan Mama bilang tahu kesedihanku. Ma.. memang kita sangat jauh, cukup jauh sekali, jiwa kita seakan sudah terpisah hampir 17 tahun lamanya. Tapi Rahma yakin, selama itu pula ada doa yang terus Mama panjatkan untuk kebahagiaan Rahma. Rahma ingat sekali, di usia 5 tahunku dulu Mama memberikan kado sebuah baju renang, itu sudah menjadi kebahagiaan bagi seorang anak kecil. Tapi Ma, kini usia Rahma beranjak 23 tahun, Mama sampaikan maaf karena tidak bisa memberikan sebuah kado. Sungguh, Rahma tidak pernah benar-benar mengharapkan benda/barang yang diberikan Mama di tiap usiaku. Melainkan, cinta dan kasihmu yang selalu kautanam, kebaikan hatimu, ketabahanmu serta beribu-ribu doa kurasa cukup menjadi kekuatan anakmu ini dalam menjalani hari-hari. Insya Allah.

Halo Papa, apa kabar? banyak kerjaan ya Pa? Sepertinya Papa lupa bahwa anak Papa yang satu ini menunggu-nunggu kabar dari seorang Ayahnya atau sekadar terima sebuah pesan “selamat ulang tahun anakku” ah, rasanya itu mustahil. Pa, tahun ini Insya Allah akan menjadi tahun-tahun terakhir anak perempuan keduamu ini berada di rumah, menyaksikan kerja keras Papa, mengamati gerak-gerik seorang Papa sebagai kepala rumah tangga, dan mengambil nilai positif yang bisa Rahma petik. Pa.. ingat gak dulu sudah berapa banyak perempuan lain hingga Papa lupa akan tanggung jawab kepada Mama, kewajiban Papa kepada keempat anaknya, sampai akhirnya takdir pula yang menyeret kita dipersatukan tanpa kehadiran Mama. Pa.. masa lalu adalah sebuah pembelajaran bagi kita yang mau belajar. Masa lalu adalah kenangan, yang bahkan tidak bisa lagi kita edit kembali situasinya. Dari sebuah masa lalu tentu kita menemukan ada jiwa yang tersakiti hingga menghadirkan duka, ada begitu ego yang teramat besar hingga mampu menghilangkan rasa cinta, ada nafsu yang teramat tinggi hingga menjadikannya suka. Tak jarang, banyak anak yang menanam benci akan kekecewaan yang dibuat orangtuanya. Karena nurani seorang manusia, ada dendam jika jiwanya tersakiti. Bersyukurnya Rahma tidak ditanamkan akan hal itu. Dendam dan benci hanya akan menjadikan bumerang bagi diri kita sendiri. Papa, semoga hari-harimu menyenangkan tanpa meninggalkan bekal kelak. Selamat kembali sampai rumah. Sehat jasmani dan rohani. Maafkan anakmu yang masih belum banyak memberikan kebanggaan ini.

Hai Bunda, Rahma tidak akan menanyakan kabar tentu Rahma sudah paham betul perasaan Bunda yang hampir tiap hari kini Rahma dengar isi hati Bunda. Terima kasih atas kebaikan Bunda yang berkenan memberikan kado di usia 23 tahun ini. Sudah hampir 12 tahun kita serumah ya, Bun.. 12 tahun pula pernikahan Papa dengan Bunda. Sebuah pernikahan akan selalu diterjang ombak katanya, akan selalu hadir dan terus hadir. Melalui pernikahan, kita mengalahkan ego bukan lagi hanya demi 2 kepala, melainkan kebaikan banyak anak. Allah bilang akan menguji di titik terlemah kita, namun tetap dengan sesuai kadar kemampuan kita. Keyakinan kita akan kemampuan kita (dilandasi keyakinan kepada Allah) dalam menyelesaikan ujian akan sangat membantu kita untuk melalui semua ujian kehidupan. Apakah kita mampu bertahan dan melaluinya dengan cara terbaik, tidak mengeluh dan berkeluh kesah. Karena dengan ujian itu menjadikan kita lebih dekat kepada-Nya, memohon bantuan kepada-Nya karena Allah yang memberikan ujian dan Dia pulalah yang akan membantu kita menyelesaikannya. Rahma pernah membaca bahwa penganalogian kehidupan bisa kita artikan sebagai seorang murid yang mendapatkan ujian dari gurunya. Murid akan lulus jika jawabannya benar dan sesuai dengan apa yang diharapkan oleh gurunya. Dan sebaliknya, jika tidak lulus, gurunya akan memberikan ujian perbaikan remedial agar bisa lulus dan naik kelas. Mata pelajaran yang diujikan sama tapi mungkin soal-soalnya yang sedikit ada perbedaan. Dan tentunya, semakin naik kelas, semakin naik pula tingkat ujian yang kita hadapi. Bahkan, ada pepatah yang menyebutkan “kita akan mendapat hikmah paling banyak di bidang yang paling tidak kita kuasai bila kita memutuskan untuk mempelajarinya”. Semoga dengan ujian yang sedang masing-masing kita hadapi ini tidak melupakan rasa syukur kita ya Bun.. akan nikmat yang masih kita dapat baik nikmat sehat, keluarga, tidur nyenyak, makan, dan lain halnya yang banyak orang di luar sana belum tentu dapat menikmati apa yang sedang kita nikmati. Aamiin YRA..

Khusus untuk seorang ibu, istri, wanita yang diam-diam sedang gemar memberi perhatian dan mencari-cari perhatian Papa saya. Melalui tulisan ini, semoga jadi bahan renungan buat Anda. Ini bukan teguran pertama atau pun kedua dari saya toh? Sebelumnya, saya ucapkan terima kasih atas perhatian yang Anda berikan kepada Papa saya yang (mungkin) tidak ia dapat di dalam keluarga ini. Ada 2 ujian kepada manusia, yaitu 1. Keimanan/ketauhidan; 2. Dunia. Manusia-manusia yang telah bersyahadat berarti sudah lolos ujian pertama, tetapi setelah itu banyak kegagalan terjadi di ujian kedua ini. Allah akan menguji dengan sesuatu yang paling dicintai, sebagaimana para Nabi dan Rasul serta para Ulama. Berhati-hatilah terhadap apa yang kita cintai, karena itu akan menjadi ujian bagi kita, apakah kita lebih mencintai Allah dan Rasulnya dibanding dunia seisinya? Kata orang, urusan begini jangan sampai diumbar, tapi saya rasa ini penting. Awalnya, saya harus berpikir 99x untuk mem-publish hal semacam ini. Karena yang sebenarnya terjadi saat Anda memutuskan untuk berselingkuh akan ada orang-orang yang hanya membaca cerita ini sebagai bentuk mencari sensasi, tapi akan ada pula yang menyadari dan memiliki pemahaman yang sama bahwa selingkuh itu salah. Orang-orang seperti ini akan mengedepankan harga diri mereka, dan menolak akan kesempatan berselingkuh sekali pun atas nama cinta. Kepada para orang tua, anak-anak baik pria maupun wanita mari kita memiliki kesadaran untuk tidak berselingkuh. Bagaimana pun, seorang perempuan yang akan terlihat sangat buruk saat selingkuh.


Wassalamualaikum wr wb

Wednesday, 25 January 2017

Hikmah Sakit

Ada beberapa hikmah sakit yang dapat kita maknai dengan hati, yang diantaranya:

Ketika tubuh kita sakit, maka pada dasarnya tubuh kita istirahat sejenak dari aktifitas yang terus-menerus menopang kehidupan kita. Jantung dengan fungsinya memompa, otak kita yang berfungsi untuk terus berpikir, serta badan yang menjalankan aktifitas sehari-hari.

Sakit juga bisa jadi media pendidikan bagi kita bahwa nikmat sehat yang Allah limpahkan kepada kita begitu mahalnya.

Sakit adalah sebuah teguran atas kesombongan manusia.

Sakit bisa jadi kesempatan kita dalam mengintropeksi segala kesalahan dan keburukan sikap perilaku kita, yang bahkan Allah akan menghapus dosa-dosa kita.

Sakit mampu menyadarkan kita bahwa kita benar-benar makhluk yang lemah, tidak berdaya sehingga kita akan bersungguh-sungguh memohon perlindungan kepada Allah Ta'ala. Kepasrahan seperti inilah yang menuntun kita untuk bertobat atas segala dosa dan kesalahan-kesalahan yang telah banyak kita lakukan, yang mungkin telah kita lalaikan selama ini.

Dengan bersabar menghadapi suatu penyakit, maka akan mendapatkan pahala dan ditulis untuknya bermacam-macam kebaikan dan ditinggikan derajat bagi dirinya. Rasulullah shallallahu'alaihi wa sallam bersabda, "Tiadalah tertusuk duri atau benda yang lebih kecil dari itu pada seorang muslim, kecuali akan ditetapkan untuknya satu derajat dan dihapuskan untuknya satu kesalahan." (HR. Muslim)

Monday, 23 January 2017

REVIEW FILM LA LA LAND


Judul       : La La Land
Sutradara : Damien Chazelle
Rilis         : Desember 2016
Pemain     : Ryan Gosling, Emma Stone
Genre       : Drama Romance, Musical


Dua minggu lebih ketunda nonton film yang saya yakin bakalan booming banget, akhirnya kemarin saya pun menikmati film yang berdurasi 128 menit ini. Sebelumnya, saya memang sudah menggali informasi dari artikel berbagai sumber, baik lokal maupun mancanegara. Dari informasi yang saya dapat bahwa para aktor/aktrisnya totalitas tanpa batas demi menghasilkan karya yang “wah”, terutama sutradara Damien Chazelle yang sekaligus sebagai penulis naskah tersebut. Saya begitu salut dengan scene by scene yang ditayangkan dalam film La La Land ini. Selain Ryan Gosling harus belajar memainkan piano selama tiga bulan, bersama Emma Stone ia juga berlatih dance yang tentunya berhasil membuat semua penonton terkesima dengan akting mereka.

Pada awal film dibuka dengan scene kemacetan, di mana salah satu pengemudi keluar dari mobil lalu bernyanyi dan menari untuk menghilangkan penat sesaat. Dilanjutkan dengan orang yang lain, disusul lagi dengan orang yang lainnya lagi, hingga rasa bosan dalam kemacetan berubah menjadi menyenangkan dengan keseruan mereka. Bahkan, jalanan disulap menjadi setting produksi film musikal karena ditampilkan banyaknya orang-orang bernyanyi dan menari bersama.


Bagi saya yang tidak terlalu suka film bergenre musikal mungkin akan menilai agak boring pada beberapa scene awal dipotong dengan menyanyi dan menari. Namun, bagi mereka penggemar film musikal di situ lah keseruan dan menariknya film tersebut. Adapun karena film ini dibalut dengan musik jazz yang begitu apik maka saya cukup dimanjakan dengan hidangan lagu yang beberapa kali dilantunkan oleh Sebas dan Mia. 


Seperti drama pada umumnya, La La Land berkisah sederhana tentang seorang perempuan bertemu laki-laki. Mereka kemudian jatuh cinta dan terjadilah konflik diantara mereka. Mia (Emma Stone) yang bekerja di sebuah kafe di studio Warner Bros, bercita-cita menjadi aktris dengan rajin mengikuti berbagai audisi, sementara Sebastian (Ryan Gosling) seorang pianis berbakat yang jatuh cinta pada musik jazz, bercita-cita untuk membuat klub jazz-nya sendiri.

Menariknya, film ini digambarkan dalam empat musim. Kisah cinta mereka dimulai tidak sengaja bertemu di musim dingin pada kemacetan kala itu Mia tidak fokus berkendara ketika jalur mulai lancar, dan sebas marah lalu mengklakson dengan kencang ke arah Mia. Kemudian, tak sengaja mereka dipertemukan di sebuah pesta di musim semi. Usai pesta, di penghujung senja mereka kembali bertemu saat Sebas menemani Mia mencari mobilnya.

Pemandangan senja dari atas bukit memulai benih-benih asmara keduanya. Scene yang artistik dengan warna langit yang lembut orange-keunguan—membuat romantis serta menjadikan film terlihat sangat-sangat indah.

Hubungan keduanya menjadi rumit saat Mia harus berjuang untuk meraih mimpinya tanpa kehadiran Sebas yang bergabung dengan band milik Keith yang diperankan oleh John Legend yang sukses menggelar tur. Selain itu, konflik juga terjadi pada diri mereka masing-masing. Mia tetap pada pendiriannya untuk mengejar cita-citanya sebagai aktris, sementara Sebas menyerah pada musik jazz klasik dengan menjadi keyboardis band jazz yang kekinian atas dorongan Keith.


Di menit-menit terakhir film, ini scene yang paling saya suka sekaligus saya tidak suka. Film ini benar-benar ringan namun memiliki pesan dan arti yang amat dalam. Sekitar 5-10 menit diceritakan kembali/kilas balik cerita ulang versi lain. Selain saya terpukau dengan aktingnya Emma Stone di film ini, yang cukup memikat adalah penampilan Ryan Gosling di akhir film dengan menunjukkan kemampuan piano yang sukses meyakinkan penonton bahwa dia adalah seorang pianis berbakat yang juga bermain dengan hati.



O ya, saya juga ingat di mana ada scene saat para tokoh menyebut keindahan pariwisata Indonesia lho. Well, menurut saya film ini menggambarkan sebuah kepercayaan tentang "American Dream". Mereka adalah orang-orang yang percaya, bahwa melalui kerja keras, pengorbanan, dan kebulatan tekad, tanpa memedulikan status sosial, seseorang dapat mendapatkan kehidupan yang lebih baik. Keduanya mewakili dari ribuan orang yang mengadu nasib di Hollywood. Mungkin ini juga yang mendasari film tersebut diberi judul "LA LA", kepanjangan dari Los Angeles di mana Hollywood merupakan salah satu bagian di dalamnya. Semoga aja Hollywood tak lagi hanya bisa memberikan referensi kepada cineas di Indonesia tapi juga mendukung, bahkan bisa bekerjasama menghasilkan karya yang bagus-bagus, ya!

Wednesday, 18 January 2017

HAK PILIH SAYA TIDAK UNTUK NONI

Belakangan ini, lagi tertarik banget baca dan ngikutin berita politik. Awalnya cuma mau meyakini Pilkada 15 Februari nanti hak pilih akan saya berikan ke paslon nomor berapa. Walaupun gak semua media nunjukin kebenaran, tapi sebagai manusia berakal kita bisa menilai baik dan buruk seseorang. Untuk itu, kali ini saya mau menyampaikan pendapat “Kenapa saya tidak akan memilih pemimpin noni aka non-muslim/Islam”

Bagi saya, pemimpin merupakan salah satu yang memiliki pengaruh besar terhadap kehidupan suatu masyarakat. Dalam Islam pun, kepemimpinan dianggap salah satu aspek yang sangat penting. Apalagi yang tentu kita juga tahu, semua persoalan yang menyangkut kehidupan ummat manusia sudah ada aturan yang sangat jelas dan mendalam.

Selain Qs Al Maidah: 51 yang sedang ramai digembor-gemborkan, masih banyak kita temukan ayat-ayat Alqur’an yang menegaskan larangan memilih kaum kafir sebagai pemimpin, salah satunya:

“Dan sungguh Allah telah menurunkan kepada kamu di dalam Alqur’an bahwa apabila kamu mendengar ayat-ayat Allah diingkari dan diolok-olokkan (oleh orang-orang kafir), maka janganlah kamu duduk beserta mereka, sehingga mereka memasuki pembicaraan yang lain. Karena sesungguhnya (kalau kamu berbuat demikian), tentulah kamu serupa dengan mereka. Sesungguhnya Allah akan mengumpulkan semua orang-orang munafik dan orang-orang kafir di dalam Jahannam,” Qs An Nisaa: 140

FYI: Kafir tidaklah identik dengan sesuatu yang keras atau berpaham keras yang kemudian wajib dimusnahkan. Sebenarnya definisi kafir itu banyak, tinggal pilih definisi yang secara harfiah atau secara etimologi. Kafir secara harfiah berarti orang yang menyembunyikan atau mengingkari kebenaran. Dalam terminologi kultural kata ini digunakan dalam agama Islam untuk merujuk kepada orang-orang yang mengingkari nikmat Allah (sebagai lawan dari kata syakir, yang berarti orang yang bersyukur).

Etimologi
Kafir berasal dari kata kufur yang berarti ingkar, menolak atau menutup. Jadi menurut syariat Islam, manusia kafir yaitu mengingkari Allah sebagai satu-satunya yang berhak disembah dan mengingkari Rasul Muhammad SAW sebagai utusan-Nya.

1. Kafir Harbi,  yaitu kafir yang menjadi musuh Allah, musuh Rasulullah, dan musuh kaum Muslimin. Kafir ini selalu membenci Islam, dan senantiasa menumpahkan darah kaum Muslimin. Mereka tidak henti-hentinya memerangi umat Islam, menyiksa, membunuh, membantai, dsb.

Terhadap kafir jenis ini, maka membalas perlakuan mereka dengan memerangi mereka adalah kewajiban yang mesti segera dilakukan. Namun, karena saat ini Islam tidak memiliki negara (Khilafah Islamiyah), maka keadaan kaum Muslimin sangat menyedihkan, karena tak ada yang membela.

2. Kafir dzimmi,  yaitu kafir yang tidak memusuhi Islam, sebaliknya, mereka adalah kafir yang tunduk kepada aturan negara Khilafah sebagai warga negara, meskipun mereka tetap dalam agama mereka.
Terhadap kafir jenis ini, tak ada masalah, justru negara Khilafah melindungi mereka. Hak dan kewajiban mereka sama dengan kaum Muslim.

Artinya :"Perangilah orang-orang yang tidak beriman kepada Allah dan tidak (pula) kepada hari Kemudian, dan mereka tidak mengharamkan apa yang diharamkan oleh Allah dan RasulNya dan tidak beragama dengan agama yang benar (agama Allah), (Yaitu orang-orang) yang diberikan Al-Kitab kepada mereka, sampai mereka membayar jizyah dengan patuh sedang mereka dalam Keadaan tunduk." Qs. At Taubah: 29

Karena hal ini menyangkut sebuah tata kelola Pemerintahan, sehingga beda konteknya dengan sebuah institusi korporasi, yang mana sebuah perusahaan berbeda dengan sebuah negara dan administrasi negara. Jika perusahaan pemiliknya adalah perorangan yang menjadi pimpinan, sedangkan sebuah negara pemiliknya adalah rakyat yang kemudian menunjuk seorang pemimpin untuk memimpin. Maka, karyawan dan penduduk itu jelas berbeda.

Saya gak ngajak kalian benci orangnya, bahkan agamanya. Tapi ini lebih kepada sebagai muslim meyakini bahwa tidak pantas non muslim menguasai rakyat yang mayoritas muslim. Kenapa demikian?

Karena memang Allah melarangnya. Islam itu tinggi, artinya di atas, bukan di bawah, bukan berada dalam kekuasaan noni. Sangat tidak pantas Islam sebagai agama mulia, tertinggi malah dikuasai oleh seorang noni.

“Jika orang Islam tidak makan daging babi, bukan berarti orang Islam disuruh membenci babi dan membenci orang yang makan daging babi. Orang Islam tidak makan daging babi, karena perintah agama Islam memang melarang makan daging babi.
Demikian halnya, jika orang Islam memilih pemimpinnya yang beragama Islam, bukan berarti orang Islam disuruh membenci pemimpin yang bukan Islam. Orang Islam harus memilih pemimpinnya yang beragama Islam, karena perintah agamanya memang seperti itu, jadi bukan masalah SARA, ini adalah perkara menjalankan keagamaan. 
Yang tidak boleh itu berdusta, berdusta itu lebih jahat dan lebih merusak negeri yang kita cintai ini. Insya Allah kita semua selalu ada dalam perlindungan Allah SWT, hidup saling menghormati dengan segala perbedaan yang kita miliki. Jangan ada kekerasan dan dusta. J

Friday, 13 January 2017

Random Monolog

Kaku.

Apanya yang kaku? Kok kaku? Lama ya gak nulis? Berasa kan sesuatu yang lama kita tinggalin pada akhirnya bikin rindu dan nyesel banget kenapa kita tinggalin.

HE HE tulisan pertama di awal tahun 2017 ini lebih ke curhat dulu aja sih ya. Gapapa kan?

Iya, gak papa.

Okey.

Akhir tahun 2016 gue putuskan untuk membatalkan perpanjang kontrak kerja.

Lho sayang banget/ Belum setahun kan?/ Bukannya nyaman di sana?/ Kerjaannya enak kan?/ Bla bla lainnya yang diterima telinga kanan kiri.

Gue memikirkan keputusan itu amat sangat dengan yakin alias mantap, ditanya kenyamanan yes gue cukup nyaman di sana, gaji hem anggap aja lumayan.. wkwk kerjaan? Ya walaupun sering, bahkan hampir tiap hari ngelembur bok tapi gue cukup santai sih sama job desk-nya.

Jadi alasannya apa?

HAHA DORRR!! Gue ngetiknya sambil mikir keras ini, gils. Yang jelas, selain alasan klasik mau coba-coba kerjaan di tempat lain, gue gak mungkir karena adanya tekanan salah satu pihak selama beberapa bulan belakangan gue mengabdi di kantor tsb *yaelah. Gue gak mau to the point di sini takutnya jadi bahan obrolan orang. Pandangan gue lebih ke-gimana pengalaman kerja gue yang cukup baru ini membutuhkan lingkup kerja dan job desk yang bisa lebih membangun.

Terus orang tua, keluarga gimana dengan keputusan itu?

Gue bersyukur sih punya keluarga yang untuk hal-hal kayak gini gak mencampuri apapun keputusan gue, keinginan gue selagi semua menganggap demi kebaikan kita semua. AHAYYY

Jadi sekarang nganggur dong?

Iya nih sambil makan anggur :p

Selain pastinya punya harapan baik untuk diterima di kerjaan yang baru, ada harapan lain dong di tahun 2017 ini?

Yashhh! Banyak pastinya, karena bagi gue harapan itu doa. Gue berharap ketiga orang tua gue diberikan kesehatan dan keberkahan baik rejeki, umur dan lain-lainnya. Semoga mereka terus rukun, gak ada lagi konflik-konflik besar yang cukup mengganggu pikiran kita sebagai anak beberapa waktu lalu *hem. Yang kedua, gue bisa makin rajin dalam segala hal, baik itu ibadah, save money, kebersihan, baca-nulis, nonton film *HAHA. Yang ketiga, tetep jaga silaturahim sama temen-temen terbaik yang gue punya Insya Allah. Gak mau muluk-muluk sih semoga 12 bulan ini bisa gue manfaatkan sebaik mungkin. Hubungan gue sama Hafiiz juga baik-baik ya kur.. semoga kamu sehat selalu, dimudahkan segala pekerjaan. O iya SATU yang terpenting harus banget gue tulis: POKOKNYA TAHUN 2017 HAFIIZ HARUS LULUS KULIAH! CAPSLOCK AKU JEBOLIN BIAR KAMU BACA DAN SEMANGAT, KATANYA MAU NIKAH :/

BISMILLAH YA.. Semoga segala harap kita, usaha kita tetap kita percayakan semua dengan kekuasaan Allah SWT. Aamiin YRA

Ps: kantor masih hutang kurang lebih 9 bulan lemburan eyke :v

Friday, 11 November 2016

Sudah Dewasakah Aku?

Dewasa bukan lagi soal kata bijak
Tapi ke mana saja kaulangkahkan kakimu untuk berpijak
Dewasa bukan sekadar berucap
Tapi tentang ilmu dan cerita apa yang kausantap
Dewasa bukan tentang berapa umurmu
Tapi tentang apa yang kauisi untuk waktumu
Dewasa bukan berapa banyak kebaikanmu
Tapi seberapa besar dosamu yang lalu menyadarkanmu
Dewasa bukan masalah gelarmu
Tapi bagaimana masalalu menguatkan dukamu
Dewasa bukan seberapa besar gajimu
Tapi seberapa penting peranmu dalam keluargamu
Dewasa bukan siapa rekanmu
Tapi siapa kamu di mata rekanmu
Dewasa bukan perihal cinta dan pikiranmu saja
Tapi tentang hati dan ikhlasmu juga

:)

Tuesday, 8 November 2016

Terlupa

Tak jarang, seorang pria lupa bahwa perempuannya rela menghabiskan waktu menunggu kepulangannya
Pria sering tak menyadari rasanya diutamakan
Pria kerap menyia-nyiakan hati; per-hati-an kecil dari kekasihnya
Ia lupa, bahwa cinta yang besar tumbuh dari hal-hal kecil yang mendasar
berkata maaf, berujar "terima kasih" pun kini terabaikan
Relakah setibamu esok tak lagi ada pelukan hangat darinya?

Tuesday, 16 August 2016

10 Tips Berpikir Positif

Hola, kurindu ngebloooog. Akhir-akhir ini lagi mood swing parah.

Berpikiran positif gak cuma memiliki dampak baik untuk mood dan keadaan psikologis seseorang, tetapi juga bagi kesehatan. Anehnya, selalu berpikiran positif tentu gak bisa dilakukan semua orang. Bahkan, terkadang ada aja alasan untuk merasa pesimis, cemas, dan khawatir. huhu:(

Berikut beberapa tips untuk selalu bisa berpikiran positif setiap hari, yang saya pun sedang coba terapkan :D


1. Bersyukur
Jangan berfokus pada apa yang tidak kita miliki. Cobalah untuk mengingat hal-hal baik yang menjadi milik kita, ingatlah semua hal baik yang pernah terjadi pada kita. Bersyukur atas hidup dan menghargai apa yang kita miliki adalah peraturan pertama untuk selalu berpikir positif.



2. Pilih teman-teman yang suportif
Terkadang, pikiran negatif juga bisa menular. Untuk itu, jangan tempatkan diri kita di tengah para pengeluh. Lebih baik, pilih teman-teman yang selalu memberikan dukungan, bersemangat, dan berpikir positif setiap hari. Cepat atau lambat, kita akan merasakan energi mereka mempengaruhi semangat kita.



3. Hilangkan drama
Punya teman yang 'racun' atau selalu membuat hidup kita penuh drama? Tinggalkan mereka segera. Berada terus bersama mereka bisa membuat pikiran negatif menempel terus-menerus pada kita.



4. Ambil tanggung jawab
Ingat, kita memang tak bisa mengendalikan apa yang akan terjadi. Namun, kita selalu bisa mengendalikan pikiran, perasaan, dan tindakan kita sendiri. Jadi, ketika ada hal buruk yang terjadi, katakan pada diri: "Aku bertanggung jawab pada perasaan dan pikiranku, dan aku memutuskan untuk merasa bahagia dan tegar."



5. Ubah 'tidak bisa' menjadi 'bisa'
Ini mungkin membutuhkan latihan, namun jelas bisa berhasil jika kita rutin menerapkannya. Cobalah untuk mengubah struktur kalimat yang negatif menjadi positif. Misalkan: "Kenapa pekerjaanku berantakan?" menjadi "Hasil kerjaku kali ini memang tidak memuaskan. Tapi selanjutnya aku pasti bisa lebih baik." Jika terus diterapkan, hal ini bisa mengubah persepsi kita.



6. Berbuat baik
Berbuat baik pada orang lain bisa membawa dampak besar bagi kita. Ingat, ketika kita membantu orang lain memberikan rasa bahagia dan puas kan? Perasaan itu bisa membuat kita merasa lebih positif.



7. Lihat sisi baiknya
Setiap situasi selalu memiliki dua sisi jika kita bisa menemukannya. Untuk itu, cobalah cari sisi positif pada setiap situasi. Lebih fokus pada sisi positif sesuatu akan memberikan kekuatan besar pada diri kita untuk mengubah keadaan.



8. Istirahat
Setiap orang perlu istirahat dan menenangkan diri sesekali. Istirahat bisa saja berarti memelankan langkah ketika berjalan, merenung sejenak tentang apa yang sudah kita lakukan, serta menyegarkan pikiran dari rasa khawatir dan cemas.



9. Tentukan tujuan
Menjadi kapten bagi diri dan keinginan kita sendiri adalah suatu keharusan. Jangan mau terombang-ambing oleh pendapat orang lain mengenai diri kita. Putuskan apa yang ingin dilakukan. Tetapkan standar milik sendiri. Mengikuti jalan yang kita putuskan sendiri akan memberikan rasa percaya diri yang tinggi.



10. Tertawa
Apapun yang terjadi, jangan lupa untuk menyempatkan diri tertawa. Tertawalah pada humor, film lucu, pada lelucon yang dibuat teman atau siapa pun di sekitar kita. Tertawalah atas keingingan sendiri. Tertawa mampu meredakan stres dan mengingatkan diri untuk tidak terlalu serius ketika ada masalah.



Menerapkan 10 cara di atas secara tekun akan menjadikan orang yang selalu berpikiran positif, bahagia, dan penuh syukur. YUK! YEAY!!


Saturday, 20 February 2016

selamat ulang tahun, pa!

Aku berdoa untuk seorang lelaki yang sejak kulahir telah menjadi bagian dari hidupku
Seorang lelaki yang telah mengajarkanku bagaimana mencintai-Mu
Seorang lelaki yang senantiasa hadir dalam setiap doa dan salatku
Seorang lelaki yang senantiasa meletakkan namaku dalam lantunan doanya untuk-Mu
Seorang lelaki yang hidup bukan hanya untuk dirinya sendiri, melainkan juga untukku, untuk seluruh kehidupanku
Seorang lelaki yang selalu menasehatiku untuk tetap berdiri tegar di atas kelemahan dan kekuranganku
Seorang lelaki yang terkadang membutuhkan senyumku di saat kesedihan membebani dirinya
Seorang lelaki yang senantiasa menjadikan keberadaan diriku sebagai peneguh dalam setiap perjuangannya
Seorang lelaki yang selalu menjadi pemimpinku di saat aku kehilangan arah
Seorang lelaki yang telah menjadi pahlawan bagi keluargaku
Seorang lelaki yang aku ingin tetap bisa mendampinginya ketika ia berjalan menuju jannah-Mu
dan, aku berdoa untuknya
Berikanlah kekuatan kepadanya untuk bisa melewati segala cobaan, agar ia mampu bangkit setiap kali badai menerpa
Berikanlah ia kehidupan yang mulia sehingga ia dapat memuliakan-Mu
Berikanlah ia hati yang senantiasa ikhlas dan kuat dalam menerangi setiap amanah-amanah-Mu
Berikanlah ia dada yang lapang, sehingga ia dapat sabar mendidik aku sebagai anak titipan dari Mu
Dialah ayah yang senantiasa tersenyum walaupun kepahitan tengah menerpanya, ayah yang tiada duanya, Selamat ulang tahun, Pa :)

Dariku yang senantiasa mencintai dan membanggakanmu

@ Balai Komando Kopassus, Wisuda SMA Negeri 88 Jakarta Angkatan 2009-2012

@ Smesco Tower, Wisuda Politeknik Negeri Media Kreatif Jakarta Angkatan 2012-2015


Tuesday, 1 December 2015

Resensi "Bulan Terbelah di Langit Amerika"

Judul : Bulan Terbelah di Langit Amerika
Penulis : Hanum Salsabiela Rais & Rangga Almahendra
Penerbit : PT. Gramedia Pustaka Utama
Tahun Terbit : 2014
Jumlah Halaman : 344
ISBN : 9786020305455 

Jujur saja, dari film 99 cahaya di langit Eropa pertama lah saya terkesima akan cerita petualangan mereka. Bahkan, saya memang belum sempat membaca novelnya sebelumnya. Namun, saya sudah terlanjur penasaran akan cerita yang berlanjut ke negeri Amerika ini.
Buku  ini termasuk dalam kategori fiksi. Meskipun begitu, bukan seluruh isi dalam buku ini hanya cerita rekaan. Beberapa kisahnya kalau kita sadari bahkan terinspirasi dari berbagai berita di media maupun video dari youtube yang pernah marak beredar. Kisah-kisah ini kemudian dirangkai secara apik oleh kedua penulis sehingga terasa real.
Amerika dan Islam. Sejak 11 September 2001, hubungan keduanya berubah.
Bagi saya, Buku Bulan Terbelah di Langit Amerika ini mengungkapkan banyak hal, tentang bagaimana kebencian bangsa Eropa dan Amerika yang semakin menjadi pada Islam pasca WTC 9/11, tentang beratnya perjuangan kaum muslim sebagai minoritas di Amerika untuk tetap memegang teguh akidahnya, berbagai hal janggal seputar tragedi WTC, serta fakta sejarah penemuan Benua Amerika.
Pertanyaannya bukan bagaimana cara Islam masuk ke Amerika, tetapi mengapa Islam terusir dari Amerika? 
Peristiwa 9/11 merupakan musibah besar bagi Islam, karena benar seperti kata salah satu tokoh dalam buku ini, para teroris itu menteror Islam, mereka beragama Islam dan memakai pakaian muslim, namun tindakan mereka bukan cerminan dari amar ma’ruf nahi mungkar. Harapan saya terbukalah mata dunia bahwa Islam tidak sama dengan teroris, dan malam penganugerahan CNN TV Heroes menjawab pertanyaan “WOULD THE WORLD BE BETTER WITHOUT ISLAM”.
 
Jangan lupa saksikan filmnya di bioskop terdekat ya, coming soon (17 DESEMBER 2015) *Beberapa pekan lalu saya juga menonton film berkaitan pula dengan aksi terorisme, very recommended yang diperankan oleh Abimana salah satunya yang turut menjadi tokoh utama di cerita yang segera tayang ini.

Saat itu, 1.400 tahun yang lalu, sebagai salah satu mukjizat Nabi Muhammad SAW, atas ijin Allah, tangan Beliau mampu membelah bulan, akan tetapi orang-orang tetap berpaling, karena yang demikian itu hanya sebagai bahan olok-olokan bagi mereka. Sehingga samakah orang yang buta dan yang dapat melihat? Dapatkah kita membuat orang yang tuli mendengar? Sesungguhnya hidayah Allah datang kepada siapa yang Dia kehendaki.”