Saturday, 15 June 2013
Wednesday, 5 June 2013
silent and keep writing~
Muak! satu kata yang tergelincir di pikiran tiap kali liat manusia yang selalu merasa dirinya sempurna. bener ga?
menjudge orang lain tanpa mau bercermin itu namanya apa sih?
iri, dengki, syirik? entah lah
setiap orang ke orang pasti punya kekurangan dan kelebihan masing-masing ders, kita berhak kok menilai orang lain seburuk ataupun sebaik apapun. tapi.. tau etika, tau tempat dan tau dampak dari apa yang kalian ungkapkan. apalagi di public, social media sekalipun orang-orang di dalamnya punya pandangan sendiri-sendiri untuk menilai apa yang mereka liat dan mereka baca.
semua orang punya privacynya masing-masing tanpa harus kalian nyinyir, nyindir, celenahan yang cuma kalian tunjukkan kalau kalian ga dapat merasakan privacy yang sama. sabar ya :)
Tuesday, 28 May 2013
Katakan ‘Tidak’ untuk menunda
Mata kulaih : Penulisan II
Argumentasi
Dosen : Nova Darmanto
Disiplin waktu. Hampir semua orang
paham dengan arti disiplin pada waktu. Namun, masalahnya tidak semua orang
mengerti bagaimana cara mendisiplinkan waktu mereka. Banyak hal yang membuat
orang-orang lebih memilih menunda pekerjaan dibanding untuk bertindak
mengerjakan. Mengapa demikian? Sikap seseorang yang bermalas-malasan dan
menolak untuk melakukan tugasnya saat itu juga adalah disebut menunda.
Kemalasan wujud dari pola pikir ,
sebuah kebiasaan. Sebuah kebiasaan dikembangkan ketika seseorang melakukan
sesuatu secara konsisten. Alasan utama dari kemalasan adalah kurangnya tujuan
yang jelas dalam hidup. Tanpa tujuan yang jelas, maka menjadi tidak termotivasi
dan itu sebabnya kita menunda. Perhatikan orang-orang yang termotivasi selalu
memiliki fokus dan aura menjanjikan di setiap langkah-langkahnya. Di sisi lain,
orang tanpa tujuan dan kekurangan motivasi akan menjadi malas. Ketika malas,
maka akan menjadi para penunda.
Pastinya,
pada saat-saat tertentu ada perasaan bersalah karena telah menunda suatu kegiatan apapun. Ada masa dimana sebuah
kata menunggu “waktu yang tepat” menjadi alasan yang seakan-akan tepat untuk
mereka berikan. Menginginkan hal yang sempurna sehingga seseorang rela
menghabiskan begitu lebih banyak waktu untuk mempersiapkan pekerjaan tersebut
sampai-sampai tidak sadar telah merugikan atau membiarkan waktu yang seharusnya
dapat dipergunakan untuk pekerjaan lain. Seseorang yang selalu ingin dinilai
sempurna oleh orang lain sebenarnya sering kali membuat tugas mereka kelihatan
lebih sulit dari seharusnya.
Sebaliknya,
sebagian orang bermasalah dengan berbagai macam pekerjaan yang membuat
hari-hari mereka dipenuhi berbagai banyak aktivitas dalam waktu ke waktu. Tidak
yakin dengan apa yang harus dikerjakan karena tidak tahu harus darimana
memulai. Dengan begitu banyak pekerjaan, waktu yang tersedia terlalu sedikit.
Jika menghabiskan delapan jam sehari untuk tidur dan delapan jam di kampus,
maka kita hanya memiliki waktu tersisa delapan jam untuk menyelesaikan seluruh
pekerjaan yang dimiliki setiap harinya. Dan semua itu tidak dapat terlaksana
bila menunda menyelesaikan salah satu pekerjaan. Tidak heran bahwa beberapa
orang berkata mereka tidak punya waktu.
Terkadang,
ketika seseorang bersikap menunda mengerjakan suatu pekerjaan, pekerjaan
tersebut akan diselesaikan oleh orang lain yang merasakan keharusan ataupun
kebutuhan untuk menyelesaikan. Strategi untuk mematahkan sikap menunda ini
adalah dengan belajar bagaimana menghormati kepentingan orang lain. Berpikir
pertimbangan konsekuensi maka akan menyadari dan menghargai tindakan orang lain
yang memang harus dipertanggung jawabkan.
Mengerti
bahwa seorang guru berdedikasi baik terhadap muridnya. Mengerti bahwa ketika
guru memberikan tugas dan pekerjaan, mereka harus menandai semua pekerjaan anak
muridnya, sedangkan kita hanya perlu menyelesaikannya sekali. Mengerti bahwa
seringkali seorang teman menjadi orang yang akan berada bersama untuk memberi
dukungan moral. Jangan lupa untuk menghargai diri kita sendiri sama baiknya
sama seperti orang lain yang layak mendapat rasa hormat dan dihargai tanpa
diberikan secara cuma-cuma. Dengan pola pikir yang benar, kita akan lebih mudah
mengatasi pekerjaan apapun yang datang dan dapat mengatasi masalah penundaan.
Hal
lain, ketika seseorang tidak yakin dengan beban pekerjaan maka cenderung
kembali menunda. Mengembangkan perasaan sulit. Perasaan semacam itulah yang
menyebabkan seseorang menunda. Cobalah untuk menciptakan afirmasi yaitu
pernyataan pendek yang positif yang akan memberi motivasi besar pada diri
sendiri. Biarkan afirmasi-afirmasi menguatkanmu. Mengakui alasan-alasan mengapa
seseorang khawatir dan mau menghilangkannya itu lebih penting dari terus
menerus mengkhawatirkan.
Masalah
lain, ketika seseorang merasa lelah dengan pekerjaan yang dapat dilakukan
adalah berhenti untuk sementara. Dibutuhkan istirahat. Tidur nyenyak selama 15
sampai 30 menit sudah membuat pikiran berada pada istirahat total dan
dibersihkan dari pikiran-pikiran yang mengganggu tentang pekerjaan ataupun
masalah yang membebankan. Jika memiliki pekerjaan yang harus diselesaikan esok
hari, beritahu orang disekitar bahwa pekerjaan tersebut harus diselesaikan esok
hari bahkan lebih cepat. Dengan demikian, mengatakan pada semua orang mengenai keinginan maka menempatkan diri
sendiri dalam posisi siap menunjukkan. Sebuah janji telah dibuat dan perlu
ditepati. Hal ini yang akan memberi motivasi cukup untuk memulai dan
menyelesaikan pekerjaan tersebut.
Seseorang
menunda karena berpikir selalu ada waktu untuk mengerjakan sebuah pekerjaan.
Tetapi apa yang terjadi bila menunggu di detik-detik terakhir sebelum memulai
pekerjaan itu lebih cenderung terburu-buru dalam pekerjaan atau dalam situasi
terburuk, kehabisan waktu dan tidak dapat menyelesaikan. Dengan kalender mundur
dan pola pikir yang membuat seseorang dapat melihat konsekuensi tindakan
mereka. Alasan-alasan dapat bersifat nyaman yang membuat menunda menyelesaikan
pekerjaan. Alasan ada dimana-mana dan sangat mudah diciptakan, tetapi tidak
berarti harus digunakan sebagai alasan untuk menunda.
Mengapa
ada orang yang dapat menangani begitu banyak pekerjaan dan menyelesaikan pada
waktunya, sedangkan ada pula orang lain kewalahan oleh tugas yang termudah
sekalipun? Jawabannya ada pada kemampuan mengelola waktu masing-masing dari
mereka. Banyak orang merasa bahwa waktu selalu meluncur pergi dan tidak dapat
dikendalikan. Orang-orang yang dikendalikan oleh waktu. Jika dapat mengelola
waktu dengan baik, maka pasti dapat mengendalikannya.
Prinsip
pokok komitmen adalah terus menerus memperbaiki diri. Ketika seseorang
berkomitmen, maka ia yakin bahwa ia memiliki keinginan untuk menyelesaikan
apapun yang telah ditetapkan oleh pikiran. Prinsip komitmen untuk
menyelesaikan, memastikan bahwa sesuatu yang dimulai harus segera diselesaikan.
Prioritaskan
dan lakukan hal yang benar pada waktu yang tepat, dapat secara efektif
mengontrol waktu dan membuat kehidupan menjadi lebih berarti. Tata kelola
setiap jam, menit, detik. Lakukan perubahan, terapkan prinsip 30 detik dan
jangan menunda. Secara efisien menggunakan waktu, membebaskan lebih banyak
waktu atau diri sendiri. Kelola menit-menit dan waktu sehingga dapat mengelola
hidup kita.
Lakukan apa yang telah dikatakan,
bertindak berdasarkan apa yang sudah diucapkan. Luangkan waktu untuk memikirkan
apa yang ingin dicapai dan rumuskan
sebuah rancangan untuk meraih target. Gunakan strategi-strategi yang disarankan
untuk mendorong mencapai hasil yang diinginkan dan tidak menyianyiakan waktu
dan umur yang singkat.
Teok Aik Cher, 2012. Mengapa
Menunda?- Mengapa Bertindak? -Mengapa Menyederhanakan?. Indeks; Jakarta.
Tuesday, 30 April 2013
"kuatkan aku, bu"
Berikut cerpen yang sengaja gue tulis untuk mengikuti kompetisi dengan tema "Perempuan Dalam Cerita" oleh Ika Natassa di blog pribadinya.
Aku.
Panggil saja aku dengan gadis tanpa senyum. Wajahku selalu terlihat murung,
begitu sapa teman-temanku. Mereka hanya tahu sedikit tentang kepribadianku. Aku
tak jarang diam, tak sering juga berbicara. Pikiranku dipenuhi tanda tanya
besar mengapa aku dilahirkan menjadi aku. Bukan dia, ataupun dia. Dengan mata
menunjuk kearah perempuan-perempuan yang berlalu lalang dihadapanku.
Kehilangan,
sebuah kata singkat yang sangat menyakitkan untuk dirasakan. Kecilku, sudah
mengajarkan betapa berharganya orang lain bahkan benda sekalipun sebelum
akhirnya kami harus kehilangan. Sepeda roda empatku, berwarna merah muda dan
memiliki keranjang di bagian depannya sempat menjadi teman bermain saat aku
berumur balita, tapi aku harus kehilangan itu karena seorang pemulung mungkin lebih
layak mengambil dan mempergunakannya. Pikirku di masa sekarang.
Kehilangan
seseorang terdekat lebih menyakitkan dari apapun. Ibu, aku kehilangan kasih
sayang serta perhatiannya. Sesosok ibu yang tak bisa lagi aku temui. Wajahnya yang
cantik, hanya tidak lebih dari 24 jam dalam 365 hari aku dapat menjumpainya. Apakah
adil? Perpisahan dengan ayah berdampak buruk buatku. Jiwaku sepi, tak terarah
dan hilang.
Mataku
tertuju pada anak perempuan yang sedang berjalan dengan ibunya, sangat
menyenangkan melihat keakraban diantara mereka. Keirianku sering kali muncul
setiap momen seperti ini sesekali aku khayalkan. Pada mereka yang begitu mudah menceritakan
keluh kesah satu sama lain, tanpa canggung seorang anak kepada ibu ataupun ibu
kepada anaknya. Aku lupa bentuk perhatian dan kasih sayang ibu, berbagai macam
pesan ibu kepada putrinya. Anak itu menggandeng lengan ibunya yang berparas
cantik tidak jauh cantik dengan dirinya.
Lamunanku
berhenti pada perempuan yang hampir lima tahun meramaikan rumah serta
mendampingi ayah menghidupkanku. Walau secara kasat mata ia pantas menjadi
seorang ibu, bagiku ia hanya sesorang wanita dewasa yang belum memiliki pola
pikir dan hati sesdewasa umurnya. Umurku yang memasuki kepala dua berusaha
membiarkan dirinya mendidik seperti apa yang ia inginkan.
“kamu jangan makan di luar kalau
di rumah ada makanan layak untuk di makan”
“kamu jangan menerima uang lebih
selain uang jajan dari ayahmu”
“kamu jangan meminta ayah untuk
mengantarmmu”
“kamu harus merapikan dan bantu
membersihkan isi rumah setiap paginya”
“kenapa ayah lebih perhatian
kepadamu dibanding ibu”
Larangan, keluhan, peraturan lain
seakan membuatku jenuh. Menyuruhku untuk berontak. Menyudahi kebatinan
perasaanku. Harapanku mendapatkan kedekatan hangat dengan sesosok Ibu tidak
mungkin aku dapatkan. Hubungan kami masih teramat dingin. Aku tak ingin memiliki
peraturan jauh dari ayah bertemu dengannya. Aku ingin kembali pada hak-hak ku
layaknya seorang anak dengan orang tua mereka. Hubungan wajarnya orang tua
terhadap anak mereka tanpa harus ada yang membatasi.
***
“Maafkan ibu, nak. Hanya ayah
yang tahu betul mengapa ayah dan ibu memutuskan hubungan sepasang suami istri”
Kalimat itu memberi penjelasan
bahwa aku belum benar-benar mengerti dan paham dengan permasalahan mereka. Entah
aku tak perlu tahu bahkan tak usah tahu sama sekali dengan alasan mereka. Yang jelas,
keakraban ku berkurang semenjak perpisahan beberapa tahun dengan ibu
“aku berat bu terbuka dengan ibu,
ingin sekali menceritakan masa remajaku kepadamu namun, rasa canggung itu
seakan menahanku untuk membuka mulut untuk bercerita.” Ucapku dalam hati saat
aku berhadapan dengan ibu.
“Ibu ga kangen sama ayah?”
pertanyaan selugu itu aku tujukan padanya.
Ibu hanya diam dan tersenyum
manis.
“Ibu ga sedih?” melanjutkan rasa
penasaranku.
Matanya terlihat mulai
berkaca-kaca dan mulai mengeluarkan sepatah dua patah kata, “nak, ini sudah
takdir Tuhan memisahkan Ibu dengan ayah. Ayahmu yang memiliki hak penuh
memutuskan hubungan ibu dengan ayah dan ibu dengan kamu. Ibu tidak bisa berbuat
apa-apa lagi.”
“Tapi bu, ibu ga tau rasanya
tinggal sama orang yang tidak sejalan dengan kami.” Balasku.
“Ibu paham, nak. Kamu harus kuat,
yang sabar sebagai anak Ibu kamu harus nurut dengan ayah dan ibu barumu disana.
Ibu tidak benar-benar dapat mengurusmu total kalau hak asuhmu ada di tangan
Ibu.” Jelas Ibu.
“Sabar sampai mereka memutuskan
untuk berpisah seperti ibu dengan ayah?” tanyaku bergejolak.
“Husss kamu ini, jangan mendoakan
yang tidak baik seperti itu. Doakan selalu yang baik-baik untuk kebahagiaan
ayah dan juga kebahagiaanmu.” Tegas Ibu.
Secara tidak sadar, aku merasakan
percakapan hangat dengan Ibu. Kejadian yang begitu sulit dapat aku rasakan. Mencintai
Ibu, haruskah aku tetap mencintai Ibu di tengah keadaan seperti ini? Ia tak
lagi mengurusku. Jauh dari kegiatan hari-hariku. Tak lagi mengenal siapa aku di
masa remaja hingga sekarang.
“Ibu akan selalu mendoakanmu
walau jarak membatasi kita, nak” kalimat itu, kalimat yang membuat aku yakin
bahwa ibu akan tetap menjadi sesosok Ibu yang melahirkanku, memberi banyak pola
didik di masa kecil yang tak lagi dapat aku rasakan di usia seperti sekarang.
Untuk masa depanku, cara didik Ibu memberikan banyak pelajaran bagaimana aku
suatu saat nanti menjadi sesosok Ibu yang juga akan memiliki seorang anak.
***
Aku menemukan pilihan terberat. Melanjutkan
sekolahku di Jakarta atau luar kota. Ayah melarangku untuk jauh dari keluarga,
namun rasa keinginanku untuk mencoba mandiri lebih besar dari ketakutan itu
semua. “Aku ingin menemukan jati diriku sendiri, yah” namun ayah tetap saja
melarang dengan keras.
Tak lagi ada yang dapat
memberikan aku masukan selain guru di sekolah. Ia menyarankan untuk mengikuti
saja apa yang ayah mau. Aku pun bersikeras untuk menetap di luar kota, selain
tidak harus bertemu dan merasakan konflik batin dengan Ibu tiriku, aku dapat
menata kehidupan baru lebih baik. Itulah alasan yang juga aku sampaikan pada
ayah. “Aku akan menjadi diriku yang jauh lebih baik, yah. Tidak akan
mengecewakan keluarga.”
Dengan berat rasa, Ayah memberikan
izin padaku. Ayah melepas putrinya untuk menempuh pendidikan di kota lain. Perasaan
senang bercampur sedih membuat aku semakin kuat melepas permasalahan-permasalahan
yang sempat berputar dipikiranku. Aku akan melanjutkan masa depanku disana. Membuat
Ibu bangga. Memberi yang terbaik untuk ayah dan menjadi sesosok perempuan
Dewasa bagi orang-orang yang ada buatku. Gadis tanpa senyum akan kembali
menjadi Gadis ceria penuh senyum. Itulah tekadku.
Friday, 12 April 2013
Don't too fast don't too easy
Definisi sayang secara gue pribadi adalah menyayangkan sesuatu yang hilang, rusak dan merugikan buat pribadi masing-masing. sayang kan?
Gak gitu juga sih haha itu lelucon aja kok.
Jadi gini ders, seminggu ini seakan otak gue diajak muter semuter-muternya untuk nemuin satu titik yang diinginin sama hati gue.
sore tadi.. gue cuci otak sama anak-anak ngawur, dan akhirnya menemukan jalan keluar atas tanda tanya dalam hati gue.
emang wajarnya.. perasaan seseorang bisa berubah kapanpun dan dimanapun, tapi yang namanya perasaan ga cuma sayang aja kan?
biasanya seseorang yang mengawali ketertarikan pada seseorang itu pertama, fisikly.
berawal dari suka, yang kemungkinan besar menjadi sebuah obsesi, penasaran dan ingin memiliki.
rasa sayang itu ga muncul gitu aja tanpa sebab, banyak kriteria-kriteria yang perlahan muncul yang ngebuat rasa sayang itu mulai hadir.
gue punya tips gimana caranya cari tau kadar perasaan sang gebetan dengan lo >>
pertama: yang harus ada di pikiran lo, masa-masa pdkt itu emang selalu manis. cowok/cewek kalo udah obsesi ya apapun juga akan dilakuin demi orang yg dia suka.
kedua : kepo via socmed, seberapa jauh ke kepoan lo tentang masa lalu dan kesehariannya dia sekarang.
ketiga : kepo lewat temen-temen deketnya, paling engga satu aja lo kenal biar bisa tanya beberapa hal yang ga buat lo mati penasaran siapa dibalik gebetan lo itu.
keempat : kenalin lebih dalam sifat, sikap diri lo di depan dia dan sebaliknya. sebelum ke jenjang berikut, kalian harus sama-sama yakin kenyamanan satu sama lain.
kelima : minta dukungan atau pendapat dari orang-orang yang kenal sama kalian tentang hubungan kalian. walaupun sebagian orang banyak yg berasumsi kalo sebuah hubungan itu yg nilai yang ngejalanin, tapi orang-orang sekitar masih berhak menilai deh, yakin. di dunia ini ga cuma lo dan lo aja derss !
semua butuh proses, ga ada yang manis datang secepat itu, sesuatu yang baik ga boleh terburu-buru, ga boleh ada paksaan dan ga boleh tanpa niat.
Gak gitu juga sih haha itu lelucon aja kok.
Jadi gini ders, seminggu ini seakan otak gue diajak muter semuter-muternya untuk nemuin satu titik yang diinginin sama hati gue.
sore tadi.. gue cuci otak sama anak-anak ngawur, dan akhirnya menemukan jalan keluar atas tanda tanya dalam hati gue.
emang wajarnya.. perasaan seseorang bisa berubah kapanpun dan dimanapun, tapi yang namanya perasaan ga cuma sayang aja kan?
biasanya seseorang yang mengawali ketertarikan pada seseorang itu pertama, fisikly.
berawal dari suka, yang kemungkinan besar menjadi sebuah obsesi, penasaran dan ingin memiliki.
rasa sayang itu ga muncul gitu aja tanpa sebab, banyak kriteria-kriteria yang perlahan muncul yang ngebuat rasa sayang itu mulai hadir.
gue punya tips gimana caranya cari tau kadar perasaan sang gebetan dengan lo >>
pertama: yang harus ada di pikiran lo, masa-masa pdkt itu emang selalu manis. cowok/cewek kalo udah obsesi ya apapun juga akan dilakuin demi orang yg dia suka.
kedua : kepo via socmed, seberapa jauh ke kepoan lo tentang masa lalu dan kesehariannya dia sekarang.
ketiga : kepo lewat temen-temen deketnya, paling engga satu aja lo kenal biar bisa tanya beberapa hal yang ga buat lo mati penasaran siapa dibalik gebetan lo itu.
keempat : kenalin lebih dalam sifat, sikap diri lo di depan dia dan sebaliknya. sebelum ke jenjang berikut, kalian harus sama-sama yakin kenyamanan satu sama lain.
kelima : minta dukungan atau pendapat dari orang-orang yang kenal sama kalian tentang hubungan kalian. walaupun sebagian orang banyak yg berasumsi kalo sebuah hubungan itu yg nilai yang ngejalanin, tapi orang-orang sekitar masih berhak menilai deh, yakin. di dunia ini ga cuma lo dan lo aja derss !
semua butuh proses, ga ada yang manis datang secepat itu, sesuatu yang baik ga boleh terburu-buru, ga boleh ada paksaan dan ga boleh tanpa niat.
niat baik harus diakhiri dengan sesuatu yang baik pula :)
Sunday, 10 March 2013
welcome 19
gue
mau cerita tentang ulang tanggal dan ulang bulan gue yang tepat hari
sabtu kemarin, 9 maret 2013 umur gue ilang satu alias angkanya bertambah
satu jadi 19 tahun. horee \(/.\)/
waktu semakin ga terasa aja ya ders jalannya, tahun lalu masih di kerjain sama temen sekolah dan sekarang udah ga sama-sama mereka lagi.
waktu semakin ga terasa aja ya ders jalannya, tahun lalu masih di kerjain sama temen sekolah dan sekarang udah ga sama-sama mereka lagi.
dari tahun ke tahun, perasaan yang gue rasain di hari ulang tahun ga jauh berbeda yang pasti bahagia dan terharu.
yang bikin beda, momentnya..
ga
terlalu mau bahas yang lalu-lalu juga sih, intinya setiap tahun dari
gue umur 10 tahun dan udah ngerasain punya banyak temen disekolah, gue
seneng dapetin ucapan dan beberapa kado dari masing-masing mereka.
ketika memasuki remaja dan punya someone spesial yang jelas lebih berasa lagi dong diperhatiin dan disayang karena mereka.
berikut beberapa ucapan yang sempet gue capture:
and then terakhir, kado dari temen deket sejak di kampus nih : @Astryes @RaniSGT @Fxdimas dan @hnymrtn
dari tahun ke tahun yang gue harap di umur gue yang baru cuma satu, be better person!
jadi
seseorang yang bisa lebih baik lagi ke depannya, lekas menjadi dewasa
yang lebih shalihah dan berguna buat semua orang yang ada di deket gue.
tolong ingetin gue disaat umur gue mendekati angka 20 ya :')
Tuesday, 5 March 2013
Anak layangan Indonesia?
Ini essay yang gue tulis untuk mengikuti kompetisi esai di UIN Jakarta dengan tema "Ini Indonesiaku"
Kenal bahasa atau istilah Alay?
Alay merupakan akronim dari Anak Layangan yang memiliki beberapa penafsiran
sendiri. Diantaranya ada yang mengartikan bahwa karena Layangan atau permainan
layang-layang merupakan jenis permainan yang sekarang tidak lagi populer
dibandingkan social media, akhirnya membuat Anak Layangan memiliki
penafsiran sebagai anak yang kuno atau norak. Disadari atau tidak, peran social
media sebagai media komunikasi diantara para remaja juga berpengaruh dalam
bagaimana mereka berbahasa, bagaimana mereka menggunakan bahasa Indonesia yang
baik dan benar.
Dalam
setahun terakhir kata-kata yang dipakai oleh sebagian anak-anak Indonesia
seolah berubah drastis dari sebelumnya. Ada yang menyebut bahwa mereka memakai
bahasa alay (anak layangan) atau apalah yang pasti bahasa mereka sekarang telah
menyimpang jauh dari Bahasa Indonesia yang baik dan benar. Dalam beberapa
pendapat yang lain juga menyebutkan bahwa Alay merupakan akronim dari Anak
Lebay (Berlebihan).
Salah satu
faktornya, Perkembangan internet kini sudah begitu pesat. Salah satu bagian
atau produk dari internet itu adalah social media. Diawali tingkat
keeksistensian website seperti Friendster di awal tahun 2000-an kemudian
diikuti Facebook di tahun 2004 dan yang terakhir adalah Twiter merupakan contoh
dari beberapa social media yang sekarang sedang marak-maraknya digunakan
oleh para remaja.
Dengan
kehadiran social media twitter yang membatasi jumlah kata yang bisa
mereka pakai untuk berkomunikasi. Akhirnya sebagai solusi untuk mengatasi ini
semua para remaja memilih untuk memakai berbagai macam singkatan dalam
percakapan mereka, tidak jarang singkatan-singkatan yang dipakai merupakan
singkatan yang tidak lazim, dan hanya mereka dan sebagian orang saja yang
mengerti dengan singkatan tersebut.
Karakteristik
dari bahasa alay ini adalah dengan menggunakan variasi huruf besar dan kecil
dalam satu kata, terdapat pula sisipan angka atau symbol dalam kata tersebut.
Seperti contoh: “H4i”, “k4Mu” dan sebagainya. Yang paling baru adalah
penggunaan kata-kata “ciyus” untuk menggantikan serius, “miapah” untuk “demi
apa”, dan “enelan” untuk menggantikan “beneran?”. Bahkan sampai ada kamus
khusus untuk kata-kata tersebut.
Peran social
media disinilah sangat besar, apalagi sebagai media penyebaran kata-kata
tersebut. Di twitter sendiri ada yang dinamakan trending topic, yaitu
kata-kata yang paling banyak dipergunakan oleh para pengguna twitter. Indonesia
sebagai salah satu pengguna terbesar twitter, maka jangan aneh jika terkadang
isi dari trending topic tersebut merupakan dari Indonesia. Jika
kata-kata alay ini menjadi trending topic di twitter maka bisa
dipastikan, dia akan menyebar begitu cepat di dunia social media.
Tidak menutup
kemungkinan, di negara-negara lain memiliki keunikan tidak jauh berbeda dengan
apa yang remaja Indonesia trendkan seperti ini. Namun tetap saja hanya
Indonesia yang memiliki ciri khusus. Hanya anak-anak Indonesia yang memiliki
kamus berbahasa khusus keseharian mereka. Bagi mereka yang mendukung adanya
bahasa-bahasa seperti ini, akan menganggap bahwa hal itu tidaklah terlalu
penting dan mengancam bahasa Indonesia itu sendiri, karena menurut mereka
bahasa semacam ini bersifat sementara,
hanya selama periode tertentu dipergunakan, bila sudah selesai masanya maka
akan muncul bahasa baru lagi dan bahasa yang lama akan mulai tergantikan.
Mereka yang setuju beranggapan bahwa bahasa-bahasa seperti ini tidak bisa
dihilangkan begitu saja karena mereka menganggap bahwa ini termasuk kedalam
kreatifitas remaja.




























